<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087</id><updated>2011-07-08T05:21:11.465+07:00</updated><category term='My Father'/><category term='Inspirasi/Motivasi'/><category term='Renungan'/><category term='Cerita Islami'/><category term='Motivasi/Inspirasi'/><title type='text'>Riena Gatut</title><subtitle type='html'>SAMPAIKANLAH WALAU CUMA SATU AYAT</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-4018256781242831451</id><published>2009-08-14T08:26:00.003+07:00</published><updated>2009-08-14T08:34:29.076+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sepatu dan Sandal</title><content type='html'>Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota , nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.&lt;br /&gt;“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.&lt;br /&gt;Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata “Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”.&lt;br /&gt;Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.&lt;br /&gt;“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu “Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Milis Motivasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-4018256781242831451?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/4018256781242831451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=4018256781242831451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/4018256781242831451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/4018256781242831451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2009/08/kisah-sepatu-dan-sandal.html' title='Kisah Sepatu dan Sandal'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-7629718963381615151</id><published>2008-11-17T20:16:00.005+07:00</published><updated>2008-11-17T20:23:49.334+07:00</updated><title type='text'>ONH Kita Ternyata Terlalu Murah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nvoPH7H1VkU/SSFvPIRsweI/AAAAAAAAAMU/MkP_BEHPGmw/s1600-h/kabah008.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269615344710631906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nvoPH7H1VkU/SSFvPIRsweI/AAAAAAAAAMU/MkP_BEHPGmw/s400/kabah008.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak umat Islam yang masih menganggap naik haji biayanya terlalu mahal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagian lagi merasa tidak mungkin untuk mengumpulkan uang sebanyak sekitar Rp. 30 juta (perkiraan biaya naik haji tahun 2005), padahal Allah telah berjanji bahwa barang siapa yang ikhlas berniat menuju kebaikan maka Allah akan memudahkan jalannya menuju kepada wujudnya niat tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menabung Rp. 100 ribu setiap bulannya secara ikhlas dan tawakal bisa jadi dalam waktu 1 – 2 tahun Allah akan melengkapi sisa kekurangannya dari sumber yang tak disangka-sangkanya. Bahkan ketika kita akhirnya ditakdirkan wafat sebelum berhaji sedang niat ikhlas telah dicanangkan maka insya Allah kita disamakan dengan orang yang telah berhaji. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Insya Allah dengan tulisan dibawah ini bagi yang belum berhaji bisa semakin memantapkan niatnya untuk berhaji. Kita semua mengetahui bahwa ibadah yang dilakukan oleh seseorang di Masjidil Haram, Mekah, nilainya sama dengan seratus ribu kalinya ibadah yang dilakukan di tempat yang lain. Sedangkan ibadah yang dilakukan di masjid Nabawi, Madinah alMunawarah, nilainya sama dengan seribu kalinya ibadah di tempat lain. Dengan memahami nilai ibadah yang luar biasa itu, maka tentu orang-orang yang mengeluarkan Ongkos Naik Haji (ONH) untuk pergi kesana itu tidak akan rugi kalau dibandingkan dengan pahala yang didapatkannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan mengambil 'angka' tersebut sebagai pedoman, maka dapat kita hitung sbb: &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Beribadah terus menerus di Mekah selama 1 hari, sama dengan beribadah di Indonesia selama 100.000 X 1 hari = 100.000 hari. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;- Beribadah di Madinah selama 1 hari, berarti sama dengan beribadah di tanah air selama : 1.000 X 1 hari = 1.000 hari. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka dalam waktu musim haji selama empat puluh hari di tanah suci (30 hari di Mekah, 10 hari di Madinah ), pahala yang didapat oleh para jamaah haji kalau dibandingkan dengan pahala jika ia berada di Indonesia, ia harus hidup selama : 3.010.000 hari. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau harus bisa hidup dalam waktu : 8.361 tahun, 1 bulan, 9 hari, 14 jam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang pertanyaannya, untuk bisa hidup selama itu, berapakah biaya hidup yang harus dikeluarkannya? Sekedar untuk ilustrasi agar kita semakin ‘berkeinginan’ untuk pergi melakukan ibadah haji, kita hitung berapa besarnya biaya hidup untuk mencapai pahala tanah suci. Misal, untuk biaya hidup di Indonesia kita ambil biaya rata-rata perhari : Rp. 15.000,-( lima betas ribu rupiah). Dengan rincian : untuk keperluan makan pagi, makan siang dan makan malam, plus lain-lain : @ Rp.5000,- Maka untuk mendapatkan pahala seperti di tanah Haram selama 40 hari, besarnya biaya yang harus dikeluarkan, adalah : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;3.010.000 hari X Rp. 15.000,- = Rp 45.150.000.000,- (Rp. 45,15 Milyar )&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sungguh luar biasa!&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Andaikata saat ini pengeluaran untuk ONH, dan lain-lain, mencapai tiga puluh juta rupiah, sungguh nilai itu amat sangat kecil jika dibandingkan dengan pahala yang akan dicapainya. Sebab seolah-olah ia mendapatkan uang sebesar empat puluh lima milyar rupiah lebih. Itu adalah nilai minimal, dengan anggapan bahwa biaya per hari sebesar lima belas ribu rupiah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalaulah ada seseorang yang punya uang sebesar empat puluh lima milyar rupiah, iapun tidak akan bisa mencapai pahala seperti di tanah suci. Sebab pahala shalat tidak bisa dirangkap. Shalat subuh tidak mungkin bisa dirangkap dengan waktu subuh berikutnya. dst. Artinya seseorang harus mampu hidup selama 3.010.000 hari atau sekitar 8.361 (delapan ribu tiga ratus enampuluh satu tahun). Dan tentu hal itu mustahil dilakukannya.Itu semua kalau ibadah haji dikaitkan dengan pahala. Padahal yang lebih besar dari ‘sekedar pahala adalah hajjan mabruura' yaitu haji yang diterima oleh Allah Swt. Karena tak ada balasan bagi haji yang diterima, kecuali surga, yang keindahannya tak pernah terbayangkan sebelumnya&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;“Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih, sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati.” (Hadits Qudsi, Bukhan; Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mudah-mudahan dengan mengetahuinya perhitungan sederhana tentang pahala haji tersebut, banyak di antara pembaca yang semakin rindu untuk pergi ke tanah suci....bukan sekedar karena pahalanya,...tetapi karena kerinduannya ingin `bertemu' dengan Allah Swt, Pemilik Alam Raya ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber : Dahlia Putri, dengan sedikit edit dari Penjaga Kebun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-7629718963381615151?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/7629718963381615151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=7629718963381615151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/7629718963381615151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/7629718963381615151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/11/onh-kita-ternyata-terlalu-murah.html' title='ONH Kita Ternyata Terlalu Murah'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nvoPH7H1VkU/SSFvPIRsweI/AAAAAAAAAMU/MkP_BEHPGmw/s72-c/kabah008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2483880421698477682</id><published>2008-11-11T11:01:00.010+07:00</published><updated>2008-11-11T22:12:12.987+07:00</updated><title type='text'>HIDAYAHKU SEHARGA Rp 1,6Jt</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nvoPH7H1VkU/SRkFPQPrIzI/AAAAAAAAAMM/ufUAg8xrElM/s1600-h/My+Blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267246998803391282" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_nvoPH7H1VkU/SRkFPQPrIzI/AAAAAAAAAMM/ufUAg8xrElM/s320/My+Blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LABAIKALLAHUMMA LABAIK&lt;br /&gt;‘Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;NikmatMU mana lagi yang bisa aku dustakan..&lt;br /&gt;Begitu banyak nikmat dan karunia yang sudah Kau beri untukku dan keluargaku&lt;br /&gt;Terima kasih telah Engkau ijinkan aku dan keluargaku untuk datang lagi kerumah-Mu..&lt;br /&gt;Terima kasih atas semua kemudahan yang telah Engkau beri selama kami menunaikan ibadah umroh awal puasa kemaren, sehingga kami dapat kembali lagi berkumpul dengan keluarga kami dirumah dalam keadaan sehat dan selamat.&lt;br /&gt;Terima kasih juga telah Kau jaga anak-anakku Garin dan Ressa selama kami penuhi panggilan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Engkau AR-RAQIIB, AL-HAFZIIDH, AL MUHAYMIN,AL-MU’MIN, AL WAALY&lt;br /&gt;Jangan pernah Engkau bosan untuk mengundangku dan keluargaku untuk datang kerumahMu, karena sesering apapun Engkau undang kami, tak akan pernah rasa bosan itu datang pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ada niatan apapun selain untuk berbagi dengan sahabat2 yang aku sayangi, ijinkan aku sedikit berbagi cerita soal keberangkatan hajiku di tahun 2005 kemaren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ada keinginanku untuk menunaikan ibadah haji tahun 2005 lalu, rasanya aku biasa-biasa aja tuh saat mendengar kata Talbiyah.Tapi entah kenapa, sejak keinginan berangkat haji begitu menggebu di tahun 2005 itu, kata Talbiyah itu sangat menggetarkan hatiku. Bukan hanya menggetarkan hatiku, tapi juga saat aku mengucapkannya, rasanya tak kuasa kubendung air mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sahabat2ku ketahui. Aku berangkat haji tanggal 21 Desember 2005, tapi keinginanku untuk berangkat haji baru muncul pada bulan Juli 2005. Jadi antara keinginan dan terwujudnya impianku hanya berselang ±6 bulan. Subhanallah... Allah sangat baik padaku,sehingga semua kemudahan2 selalu diberikannya dalam persiapan keberangkatan hajiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa kali suami mengajakku untuk menunaikan ibadah haji, dan entah berapa kali juga aku menolaknya. Sempat aku katakan “Sudahlah mas, kalau mau berangkat haji, berangkat aja. Biar aku yang jaga anak2 dirumah.” Yang akhirnya suamiku menyerah dan membuka Tabungan Haji di Bank BNI hanya untuk dia seorang. Kalau mengingat alasanku menolak tawaran berhaji suamiku dulu, rasanya malu sekali aku mengatakannya. Malu mengakui betapa bodohnya aku dan betapa tipisnya keimananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari suamiku meneleponku dari kantornya dan mengajakku untuk ikut dalam suatu training (saat itu aku nggak tau apa namanya). Setelah dijelaskan baru aku tau ternyata yang suami maksud adalah ESQ yang dimotori Ary Ginanjar Agustian. Dasar perempuan (hehe..) yang pertama kali aku tanyakan adalah “Berapa biayanya mas....?”. Waktu suamiku bilang 1 orang Rp 1.600.000,- aku langsung bilang “Haaahhhh.... mahal banget...!” dan aku langsung bilang “Ya udah, mas Gatut aja yang ikut, aku minta duitnya aja...”. Ya jelas keinginanku ditolak oleh suamiku. Akhirnya dengan terpaksa aku ikuti keinginan suamiku untuk ikut pelatihan ESQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bayangin training yang berlangsung 3 hari penuh itu pasti akan sangat membosankanku, membuat aku ngantuk, bla..bla..bla..&lt;br /&gt;Ternyata apa yang aku bayangkan sangat jauh dari kenyataan. Training itu begitu mengesankan. Hari pertama training sudah menyadarkanku akan kebodohhanku selama ini. Paling tidak Training ESQ sudah menyadarkanku akan 2 hal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hal Pertama : Training ESQ menyadarkanku bahwa aku adalah ibu yang buruk&lt;/strong&gt;. Tau kenapa?&lt;br /&gt;Selama ini aku selalu marah2 sama anak2ku kalo mereka malas les ngaji. Padahal kalo mereka tau ibunya gak bisa ngaji &amp;amp; belum khatam Al Qur’an pasti mereka mentertawakan aku.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Allah SWT segera menyadarkan kealpaanku. Selesai training ESQ, waktu ada pembukaan kursus Baca Al Qur’an di Masjid Al Falah, aku &amp;amp; suamiku langsung daftar. Alhamdulillah, kami berdua sekarang udah Khatam Al Qur’an dan sampai sekarang kami masih terdaftar dan ikut aktif sebagai santri di Kursus Ngaji Masjid Al Falah. Sekarang aku sudah di Tartil Khusus IV dan Suamiku di Tartil Khusus II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hal Kedua: Training ESQ menyadarkanku bahwa aku adalah orang yang paling bodoh dan yang paling tipis tingkat keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diawal tadi aku udah cerita tentang penolakanku atas ajakan suamiku untuk berhaji. Kalian pingin tau alasannya? Alasan yang cukup bodoh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“AKU TAKUT MATI”.&lt;/strong&gt; Bener2 alasan bodoh kan.....??!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di training ESQ itu aku baru tersadar (selama ini aku pingsan kali ya..?) bahwa &lt;strong&gt;kalau Allah SWT ingin mengambil nyawaku, ya gak harus pas naik haji kalee’..... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha wong Allah SWT itu Maha segalanya. Kalau Allah SWT menginginkan saat aku tidur dan tidak pernah terbagun lagi, tentu itu perkara mudah bagiNya. Kalau Allah SWT pingin saat aku enak2 makan ikan di Resto Cianjur terus tertelan durinya terus aku mati, tentu itu perkara kecil bagiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah aku segera sadar bahwa perkara mati tidak seorangpun bisa mengelaknya. Jadi gak ada hubungannya naik haji dengan mati. Karena semua sudah ditanganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan pulang training hari Pertama aku langsung bilang ke suamiku, “Kita berangkat haji yuk Pa..”. Tentu saja suamiku seneng banget mendengar kata2ku. Tapi dia bilang “Uangnya belum cukup”. Aku langsung menjawab “Kita jual aja mobil mercy kita”. Dulu aku sangat bangga dengan mobil itu. Mobil yang aku beli dari Papaku dengan diskon gede2an. Hahahaha... Mobil itu meski tahun lama, tapi punya sejarah dalam hidupku. Tapi entahlah, sejak ikut training itu, kebanggaanku atas benda2 menjadi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku begitu gampang terpukau dengan benda yang aku lihat. Lihat mobil mewah atau rumah2 mewah di jalan, langsung berpikir, berapa ya harganya? enak gak ya duduk didalamnya? siapa ya yang punya? sekaya apa ya dia? itulah aku dulu. Aku begitu gampang terpukau dengan benda2 buatan manusia. Aku lupa dengan apa yang aku lewatkan sepanjang hariku ternyata lebih memukau dari itu. Bukankah bumi, matahari,bulan, bintang, awan, tumbuhan, manusia, binatang, semuanya lebih hebat daripada itu?? Tak bisa kubayangkan jika bumi, matahari dan planet2 yang lain sedikit saja keluar dari orbitnya, apa yang bakal terjadi.. Tak bisa kubayangkan jika manusia tanpa air, tumbuhan dan hewan apa yang terjadi.. Allah SWT begitu hebatnya tapi aku sering melupakanNya. Aku sangat menyesali kekagumanku yang salah selama ini. Ampuni aku Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat berangkat haji yang mengatakan ‘Berangkat haji kalau kita mampu’ itu aku tafsirkan dengan keliru.&lt;br /&gt;Dulu aku beranggapan bahwa ‘mampu’ itu adalah jika semua kebutuhan kita sudah terpenuhi. Rumah, mobil, biaya sekolah anak2, asuransi, ....dll. Nah, kalau semua sudah tersedia dan masih ada sisa, baru itu untuk biaya berangkat haji. Tapi aku segera tersadar, kalau nurutin keinginan kita sih gak akan ada selesainya. Keluar model mobil baru, pingin beli. Anak lulus SD butuh biaya untuk SMP setelah itu butuh biaya untuk kuliah, dst.,dst.&lt;br /&gt;Saat itu Aku sudah punya 1 buah rumah yang menaungi keluargaku dari panas dan hujan meskipun tidak seperti rumah2 mewah di perumahan Citraland itu, temboknya penuh coretan2 tangan anakku, lantai garasi retak semua karena termakan usia, 1 buah rumah kos yang kami sewakan meskipun catnya sudah banyak yang pudar karena perlu dicat ulang, 2 mobil (yang 1 pinjaman dari perusahaan keluarga) , juga penghasilan suami yang cukup untuk kebutuhan sehari2. Jadi, kriteria mampu mana lagi yang masih aku harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru tersadar bahwa ternyata aku sebenarnya sudah masuk dalam kriteria mampu. Jadi apa lagi yang harus aku tunggu.&lt;br /&gt;Kalau dipikir ternyata Allah itu sudah memanggilku untuk datang kerumahNya berkali2 .. tapi telingaku tidak cukup peka untuk mendengar panggilanNya. Bersyukur Allah segera membukakan telingaku untuk dapat mendengar panggilanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Training ESQ hari terakhir, aku diundang saudara (Wiwit &amp;amp; Henny) untuk acara perpisahan karena dia &amp;amp; keluarganya akan pindah ke philipina karena tugas dari Philip perusahaannya (untuk alumni bhawikarsu pasti kalian tau Wiwit yang aku maksud adalah Wahyu Adi sepupuku) , sekalian acara syukuran karena dia akan berangkat haji tahun itu. Waktu ketemu aku bilang sama istrinya“Enak ya Hen, kamu bisa berangkat haji”. Dia bilang “Kalo kamu mau, yang haji+ masih buka pendaftaran”. Aku ya setengah gak percaya, karena waktu keberangkatan kurang 6 bulan lagi. Besoknya aku iseng telepon biro perjalanan haji referensi Mamaku. Waktu itu dia bilang jatah travel dia udah abis, tapi dia bisa mengusahakan. Besoknya aku ma suami ke travelnya untuk mendapat keterangan detailnya. Pegawainya bilang “Daftar aja bu, cuman butuh fotocopy KTP”. Lha karena kita belum punya duit ya aku bilang “Duitnya belum ada mas.., soalnya mobilnya belum laku”. Dia bilang gak papa, yang penting daftar dulu aja. Ya akhirnya berbekal ‘nekad’ dan semangat aku &amp;amp; suami ninggal fotocopy KTP. Sampai dirumah bingung, gimana dapat uang dengan cepat.Lha mobilku waktu itu Mercy C200 th 96. Gak mudah menjual mobil eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya langsung aku masukin iklan. Tiap sholat aku selalu mohon pada Allah “Ya Allah, kalau memang Kau panggil aku dan suamiku untuk datang kerumahMu, bantu kami untuk menjual mobil kami Ya Allah..., Mudahkan jalan kami...”.&lt;br /&gt;Hari pertama, mobil ada yang lihat abis maghrib harga gak cocok,&lt;br /&gt;Hari kedua ada yang liat abis maghrib gak nawar.&lt;br /&gt;Hari ketiga ada yang liat abis maghrib juga, dia nawar, tapi belum kami kasih. Tapi karena dia terlanjur suka sama mobil kami akhirnya kami sepakat dia naik &amp;amp; kami turun harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... akhirnya terjuallah mobil kami. Setelah dibayar pembeli, langsung kami bayar lunas ONH kami.&lt;br /&gt;Setelah ONH kami terbayar lunas, baru kami sampaikan niat kami pada kedua orang orangtua ku dan kedua mertuaku. Sambutan mereka sungguh sangat baik. Insya Allah berkat doa mereka jugalah kami bisa menyelesaikan ibadah haji kami dan kembali kerumah dalam keadaan sehat dan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua saudara2 kami menyambut baik niatku &amp;amp; suamiku untuk berangkat haji. Beberapa dari mereka ada yang berkomentar, ngapain berangkat haji sekarang, wong masih muda. Aku sih senyum2 aja, sambil ngomong dalam hati “emangnya siapa yang berani nanggung kita bisa tetep hidup sampai tua?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan berangkat haji kamipun berjalan lancar meskipun ada beberapa hal kecil yang perlu pemikiran tentang siapa yang menjaga anak2 kami selama kami berangkat haji. Tapi aku &amp;amp; suamiku sangat yakin bahwa Allah SWT Maha Penjaga. Dia yang akan menjaga mereka selama kami memenuhi panggilanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati kepulangan haji kami, anakku kedua dan ketiga secara bergantian masuk Rumah Sakit karena kena Demam Berdarah. Sepulang dari bandara kami sempatkam mampir ke masjid dekat rumah untuk sujud syukur, mampir kerumah sebentar langsung ke Rumah Sakit untuk melihat anak kedua kami yang masih opname disana. Untuk orang2 yang tidak setuju dengan keberangkatan haji kami mungkin mereka berfikir “Tuh kan, anaknya ditinggal lama, sampai masuk rumah sakit..” (maafkan aku Ya Allah kalau aku terlalu berprasangka). Tapi aku sungguh bersyukur dan berprasangka baik pada Allah. Allah begitu baik padaku &amp;amp; suamiku, sehingga kalaupun aku diberi cobaan dengan sakitnya kedua anakku tapi dia memberi cobaan itu pada saat aku hampir selesai menunaikan ibadah haji kami. Coba kalau cobaan itu datang pada saat kami akan berangkat haji, mungkin itu akan sangat mengganggu kosentrasi kami selama beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Baik.. Tak sedikitpun aku mengingkarinya...&lt;br /&gt;Aku disini tidak lagi promosi Training ESQ lho... Aku juga gak tau, dari sekitar 200 orang yang ikut training itu, berapa dari mereka yang tersadar atas segala kealpaannya selama ini... Bisa jadi seluruhnya, separonya atau mungkin cuman aku satu2nya. Disini aku cuman mo bilang, Hidayah Allah SWT bisa datang pada siapa aja, kapan aja dan dengan cara apa aja. Mungkin kalo bisa dibilang, Hidayah yang aku terima dari Allah SWT ya dari ngikut Training ESQ itu , dimana yang dulunya aku anti untuk berhaji menjadi ingin segera berangkat haji. Sungguh harga hidayah yang sangat murah. Hanya dengan Rp 1,6jt, telah menyadarkanku akan kebodohan2ku selama ini. Akupun tak lupa bersyukur, mendapat suami yang begitu baik, yang telah mengajakku menuju hidayahNya. Coba saat itu suamiku gak ngajak training ESQ, pasti sekarang aku cuman hanya bisa mendengar cerita tentang Kabah, Raudah, Jabal Rahmah, Jabal Uhud, Masjid Quba, dll. dari cerita orang2 yang sudah pernah kesana. Alhamdulillah, ternyata aku bisa langsung dengan mata kepalaku sendiri melihat Kabah yang selama 5 kali sehari kita sholat menghadapnya. Jarikupun bisa langsung menyentuh Kiswah yang menutupinya. Apapun itu, aku percaya bahwa emang itu udah diatur olehNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali aku lihat Kabah, aku menangis. Campur aduk, antara senang, terharu, takjub,.... Rasa tak percaya aku sudah didepan Kabah, tempat dimana kita selalu menghadap saat kita Sholat. Yang jelas aku menangis karena bersyukur, karena aku termasuk satu dari jutaan tamu Allah yang berhaji tahun itu. Aku bersyukur, meskipun aku jauh dari sebutan perempuan sholeha, tapi Allah begitu menyayangiku sehingga memasukkan aku dalam daftar undanganNya untuk datang kerumahNya.&lt;br /&gt;Alhamdulillah... NikmatMu sungguh tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabatku (m’Diah) gak percaya bercampur seneng saat dia ulang tahun di pertengahan Agustus 2005 aku bilang “Insya Allah aku berangkat haji tahun ini mbak..”.&lt;br /&gt;Dia bilang, ini kado terindah dari aku untuk dia katanya. Lhah..??!&lt;br /&gt;Emang m’Diah itu orangnya lugu &amp;amp; lucu, wong aku yang seneng karena mo berangkat haji kok cuman karena denger niatku berhaji aja udah dia bilang itu kado terindah untuk dia. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, thanks ya m’Diah yang baik hati &amp;amp; tidak sombong...&lt;br /&gt;m’Diah selalu jadi penyemangatku untuk urusan2 beginian.&lt;br /&gt;I’m glad we’re friend Prof..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang selama ini selalu gak capek2 ngingetin aku untuk berangkat haji, dan dengan becanda selalu aku jawab ‘Ntar aja deh mbak.., biar suamiku dulu aja yang berangkat.” Terakhir ngobrol kira-kira 1 bulan sebelum kuputuskan berangkat haji, akupun masih menolak saat m’Diah menyuruhku untuk berhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunaikan ibadah haji itu juga aku bertemu sahabatku Aik. Gimana aku pertama kenal dia, udah aku tulis di blogku juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/met-menunaikan-ibadah-umroh-ya-ik.html"&gt;http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/met-menunaikan-ibadah-umroh-ya-ik.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun orangnya cuek minta ampun, tetapi aku akui, dia begitu banyak memberi inspirasi aku tentang bagaimana cara berbuat kebaikan pada sesama dan bagaimana cara membahagiakan orang2 yang kita cintai. Thanks ya ik...&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Yah, kalo diinget jalan hidupku, rasanya tak ada sedikitpun nikmatNya yang bisa aku dustakan. Aku dikelilingi oleh orang2 yang begitu menyayangiku, mulai dari orang tua dan mertua yang begitu menyayangi kami, suamiku yang sangat perhatian dan sayang padaku dan anak2 kami, anak2ku Laras, Garin dan Ressa yang sehat &amp;amp; lucu, juga sahabat2 yang selalu mengingatkanku akan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terima kasih Ya Allah...&lt;br /&gt;Nikmat dan KaruniaMu sungguh tak terhingga..&lt;br /&gt;Ampuni aku kalau kadang aku lupa untuk mensyukurinya&lt;br /&gt;Jangan karenanya Engkau menjadi murka padaku Ya Allah..&lt;br /&gt;Jadikan aku, keluargaku dan keturunan2ku menjadi hambaMu yang pandai mensyukuri semua nikmat dan karuniaMu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nah sahabat2ku, itulah sedikit latar belakang keberangkatan hajiku di tahun 2005 lalu. Mohon maaf jika ada kata2 dari ceritaku ini yang kurang berkenan dihati. Mungkin juga alur ceritaku yang morat-marit. Mohon maklum, karena aku bukan seorang penulis novel. Tidak ada niatan lain dari apa yang aku ceritakan kecuali ingin berbagi cerita dengan kalian, sahabat2ku yang aku cintai. Semoga kalianpun dapat segera berangkat untuk memenuhi undanganNya. Karena tanpa kita sadari sebetulnya undangan itu sudah Allah sampaikan kepada kita, cuman telinga kita mungkin kurang peka untuk mendengar panggilanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK&lt;br /&gt;LABBAIKA LA SYARIKA LAKA LABBAIK&lt;br /&gt;INNAL HAMDA WA NIKMATA LAKA WAL-MULKA&lt;br /&gt;LAA SYARII KA LAK&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah,&lt;br /&gt;Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,&lt;br /&gt;Ya Allah aku penuhi panggilanMu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata.&lt;br /&gt;Segenap kerajaan untukMu.&lt;br /&gt;Tidak ada sekutu bagiMu"&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Allah Yang Maha Memberi rezeki, yang Memiliki kekuatan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diharapkan serta tidak pernah terdetik dalam hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2483880421698477682?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2483880421698477682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2483880421698477682' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2483880421698477682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2483880421698477682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/11/hidayahku-seharga-rp-16jt.html' title='HIDAYAHKU SEHARGA Rp 1,6Jt'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nvoPH7H1VkU/SRkFPQPrIzI/AAAAAAAAAMM/ufUAg8xrElM/s72-c/My+Blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-8426044764500219647</id><published>2008-08-29T21:02:00.006+07:00</published><updated>2008-08-29T21:08:02.696+07:00</updated><title type='text'>MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN</title><content type='html'>Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyambut Bulan Suci Ramadhan, saya beserta keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah ucap, salah perbuatan serta kelalaian kami yang mungkin menyakiti hati teman2 semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan ini dengan hati yang bersih dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Amin Allahumma Amin.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-8426044764500219647?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/8426044764500219647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=8426044764500219647' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8426044764500219647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8426044764500219647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/08/mohon-maaf-lahir-dan-batin.html' title='MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-867812527984694100</id><published>2008-05-28T20:58:00.001+07:00</published><updated>2008-05-28T21:01:36.218+07:00</updated><title type='text'>Mengapa kita harus membaca Alquran ?</title><content type='html'>Ditulis pada Nopember 20, 2007 oleh sigit setiawan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Al Qur’An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Al Qur’An?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.” Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup, maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, ” Lihat Kek, percuma!” “Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.” Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. “Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-867812527984694100?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/867812527984694100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=867812527984694100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/867812527984694100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/867812527984694100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/mengapa-kita-harus-membaca-alquran.html' title='Mengapa kita harus membaca Alquran ?'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-7192745098713418100</id><published>2008-05-28T20:54:00.000+07:00</published><updated>2008-05-28T20:55:40.277+07:00</updated><title type='text'>Ketika Derita Mengabadikan Cinta</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk&lt;br /&gt;kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr.&lt;br /&gt;Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo&lt;br /&gt;dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf&lt;br /&gt;terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua&lt;br /&gt;mempelai. Kepada Professor dipersilahkan..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan&lt;br /&gt;resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di&lt;br /&gt;tepi sungai Nil, Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan&lt;br /&gt;disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-&lt;br /&gt;nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan&lt;br /&gt;dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering&lt;br /&gt;nongol di televisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih&lt;br /&gt;melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya&lt;br /&gt;memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa&lt;br /&gt;ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan&lt;br /&gt;kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium,&lt;br /&gt;kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat&lt;br /&gt;sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma&lt;br /&gt;ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat&lt;br /&gt;lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada&lt;br /&gt;kesempatan kali ini perkenankan saya bercerita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan&lt;br /&gt;bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai&lt;br /&gt;harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya.&lt;br /&gt;harapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan&lt;br /&gt;Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambilah&lt;br /&gt;mutiaranya dan buanglah lumpurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras,&lt;br /&gt;melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan&lt;br /&gt;kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga puluh tahun yang lalu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan&lt;br /&gt;menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira tinggi,&lt;br /&gt;keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah&lt;br /&gt;terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di&lt;br /&gt;Ma'adi, ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang&lt;br /&gt;memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik&lt;br /&gt;di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup&lt;br /&gt;dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan&lt;br /&gt;hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat.&lt;br /&gt;Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan&lt;br /&gt;aristokrat atau kalangan high class yang sepadan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini.&lt;br /&gt;Saya merasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang&lt;br /&gt;didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya&lt;br /&gt;cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman&lt;br /&gt;dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan&lt;br /&gt;perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, mereka&lt;br /&gt;menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial&lt;br /&gt;keluarga. Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat&lt;br /&gt;dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga. Namun&lt;br /&gt;saya tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ayah memperoleh warisan yan sangat besar dari kakek, dan ibu&lt;br /&gt;mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah&lt;br /&gt;dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke&lt;br /&gt;luar negri, ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya.&lt;br /&gt;Jika berlibur di dalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan&lt;br /&gt;keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza&lt;br /&gt;yang berdekatan dengan istana Raja Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah.&lt;br /&gt;Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil&lt;br /&gt;biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para&lt;br /&gt;dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas&lt;br /&gt;ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah&lt;br /&gt;habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di&lt;br /&gt;hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang&lt;br /&gt;penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan,&lt;br /&gt;kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya&lt;br /&gt;menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan&lt;br /&gt;tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menajubkan. Ia gadis&lt;br /&gt;yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa&lt;br /&gt;telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk&lt;br /&gt;menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu&lt;br /&gt;ikatan pernikahan. Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi&lt;br /&gt;di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berdua&lt;br /&gt;menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan&lt;br /&gt;yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan&lt;br /&gt;hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu,&lt;br /&gt;dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan,&lt;br /&gt;kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam&lt;br /&gt;memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu&lt;br /&gt;saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan&lt;br /&gt;membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengultimatum:&lt;br /&gt;Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan&lt;br /&gt;dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak&lt;br /&gt;saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin&lt;br /&gt;yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku&lt;br /&gt;sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang&lt;br /&gt;cukur....tukang cukur, ya... sekali lagi tukang cukur! Saya katakan&lt;br /&gt;dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki&lt;br /&gt;sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya&lt;br /&gt;dengan baik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi&lt;br /&gt;yang tak banyak dilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia&lt;br /&gt;lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun&lt;br /&gt;dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri&lt;br /&gt;sendiri, tidak ada yang membela. Pada saat yang sama adik saya&lt;br /&gt;membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui.&lt;br /&gt;Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya&lt;br /&gt;sebesar 500 ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada&lt;br /&gt;perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di&lt;br /&gt;jalan yang lurus tidak direstui, sedangkan adik saya yang jelas-&lt;br /&gt;jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili&lt;br /&gt;pacarnya yang entah yang ke berapa di luar akad nikah malah direstui&lt;br /&gt;dan diberi fasilitas maha besar? Dengan enteng ayah&lt;br /&gt;menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah&lt;br /&gt;dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu&lt;br /&gt;yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabat keluarga&lt;br /&gt;besar Al Ganzouri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan&lt;br /&gt;ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda&lt;br /&gt;kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah&lt;br /&gt;dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan&lt;br /&gt;hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan&lt;br /&gt;pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-&lt;br /&gt;apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci&lt;br /&gt;yang saya yakini kebenarannya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya.&lt;br /&gt;Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi,&lt;br /&gt;dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya. Namun, la&lt;br /&gt;haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau&lt;br /&gt;setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-&lt;br /&gt;mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Ternyata beliau&lt;br /&gt;menjawabnya dengan reaksi lebih keras, beliau tidak menganggapnya&lt;br /&gt;sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak&lt;br /&gt;pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan&lt;br /&gt;keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan&lt;br /&gt;bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri&lt;br /&gt;penderitaan ini. Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke&lt;br /&gt;kantor ma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang&lt;br /&gt;sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun&lt;br /&gt;untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab&lt;br /&gt;imam Hanafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya&lt;br /&gt;terima nikah kamu sesuai dengan sunatullah wa rasulih dan dengan&lt;br /&gt;mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam&lt;br /&gt;Abu Hanifah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata&lt;br /&gt;3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah&lt;br /&gt;itu. Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah&lt;br /&gt;di mata Allah SWT dan manusia. Saya bisikkan ke istri saya agar&lt;br /&gt;menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum&lt;br /&gt;berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah&lt;br /&gt;kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan&lt;br /&gt;mata. Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari&lt;br /&gt;rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita. Saya pergi dari&lt;br /&gt;rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa&lt;br /&gt;potong pakaian dan uang sebanyak 4 pound saja! Itulah sisa uang yang&lt;br /&gt;saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma'dzun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih&lt;br /&gt;tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang&lt;br /&gt;sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound&lt;br /&gt;atau 2 dolar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound? Kami berdua&lt;br /&gt;bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan&lt;br /&gt;Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa&lt;br /&gt;cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya&lt;br /&gt;saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan&lt;br /&gt;jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang , rasa berdaya dan hidup&lt;br /&gt;menjalari sukma kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti&lt;br /&gt;ini. Maafkan Kanda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak... Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita&lt;br /&gt;telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak&lt;br /&gt;bisa menghargai kebenaran. Mereka masih diselimuti cara berpikir&lt;br /&gt;anak kecil. Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan&lt;br /&gt;tindakan mereka salah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita&lt;br /&gt;tempuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama&lt;br /&gt;kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan&lt;br /&gt;buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan&lt;br /&gt;keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita&lt;br /&gt;ulurkan tangan kita dan kita berikan senyum kita pada mereka dan&lt;br /&gt;mereka akan menangis haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita&lt;br /&gt;kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah&lt;br /&gt;rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika.&lt;br /&gt;Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi&lt;br /&gt;dokter. Dan sebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan&lt;br /&gt;menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk&lt;br /&gt;di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa.&lt;br /&gt;Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak&lt;br /&gt;mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar pun datang&lt;br /&gt;juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah&lt;br /&gt;toko selama 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman&lt;br /&gt;sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala&lt;br /&gt;kadarnya yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan&lt;br /&gt;kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus&lt;br /&gt;mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta,&lt;br /&gt;kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami&lt;br /&gt;berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra&lt;br /&gt;Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin&lt;br /&gt;dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan&lt;br /&gt;mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus&lt;br /&gt;dari rumah kontrakan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu,&lt;br /&gt;jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia&lt;br /&gt;bagai mendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah&lt;br /&gt;sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang&lt;br /&gt;jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari&lt;br /&gt;25 pound saja untuk 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana. Lalu&lt;br /&gt;kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih&lt;br /&gt;dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu&lt;br /&gt;kecil, dua kursi dan satu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua&lt;br /&gt;cangkir dari tanah, itu saja... tak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa&lt;br /&gt;tetap bahagia, karena kami selalu bersama. Adakah di dunia ini&lt;br /&gt;kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta?&lt;br /&gt;Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-&lt;br /&gt;orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah&lt;br /&gt;menjanjikan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya&lt;br /&gt;persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah&lt;br /&gt;untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah&lt;br /&gt;di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh&lt;br /&gt;lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa&lt;br /&gt;dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh&lt;br /&gt;Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya.&lt;br /&gt;Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah&lt;br /&gt;SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an&lt;br /&gt;dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang&lt;br /&gt;berhak memperoleh segala cinta di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus&lt;br /&gt;mendekatkan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan&lt;br /&gt;tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah&lt;br /&gt;Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan. Pada waktu&lt;br /&gt;siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia&lt;br /&gt;memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad&lt;br /&gt;untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia&lt;br /&gt;juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa&lt;br /&gt;sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup&lt;br /&gt;untuk makan dan transportasi selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan&lt;br /&gt;kamipun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan&lt;br /&gt;dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-&lt;br /&gt;sampai ada yang bilang tanpa disengaja,"Ah, kami kira para dokter&lt;br /&gt;itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara&lt;br /&gt;seperti Mamduh dan isterinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi&lt;br /&gt;nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan&lt;br /&gt;kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawarkan kepada isteri&lt;br /&gt;agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami&lt;br /&gt;memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada&lt;br /&gt;yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan&lt;br /&gt;pertolongan-pertolongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan&lt;br /&gt;yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan&lt;br /&gt;tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami.&lt;br /&gt;Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami&lt;br /&gt;digedor dan didobrak oleh 4 ..::makhluk yang lucu::.. kiriman ayah&lt;br /&gt;saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-&lt;br /&gt;satunya, mereka patah-patahkan, begitu juga dengan kursi. Kasur&lt;br /&gt;tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam&lt;br /&gt;dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan&lt;br /&gt;ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan&lt;br /&gt;Pasha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala&lt;br /&gt;itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat ..::makhluk yang&lt;br /&gt;lucu::.. itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bareng berbagi&lt;br /&gt;nestapa dan membangun kekuatan. Lalu kami tata kembali rumah yang&lt;br /&gt;hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami&lt;br /&gt;masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek&lt;br /&gt;tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan&lt;br /&gt;kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki. Lalu kami tertidur&lt;br /&gt;kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman&lt;br /&gt;inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi&lt;br /&gt;hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hidup&lt;br /&gt;tenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah&lt;br /&gt;merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan&lt;br /&gt;tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen&lt;br /&gt;militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan&lt;br /&gt;undang-undang berada di telapak kaki mereka. Saya hanya bisa pasrah&lt;br /&gt;total kepada Allah mendengar hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak&lt;br /&gt;mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman&lt;br /&gt;karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil&lt;br /&gt;membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk&lt;br /&gt;bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu&lt;br /&gt;terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa&lt;br /&gt;berbuat lebih nekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil&lt;br /&gt;meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai&lt;br /&gt;isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu,&lt;br /&gt;sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara&lt;br /&gt;saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu&lt;br /&gt;tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya&lt;br /&gt;takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6&lt;br /&gt;pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang&lt;br /&gt;sangat saya cintai. Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur&lt;br /&gt;karena memikirkan keselamatan isteri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan&lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia&lt;br /&gt;mendapatkan kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah&lt;br /&gt;kami. Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan&lt;br /&gt;rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu&lt;br /&gt;kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan&lt;br /&gt;keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang&lt;br /&gt;putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya&lt;br /&gt;teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup&lt;br /&gt;bahagia dengan pendamping setia &amp; lepas dari belenggu derita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menatap kaki langit&lt;br /&gt;Kukatakan kepadanya&lt;br /&gt;Di sana... di atas lautan pasir kita akan berbaring&lt;br /&gt;Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba&lt;br /&gt;Bukan karna ketiadaan kata-kata&lt;br /&gt;Tapi karena kupu-kupu kelelahan&lt;br /&gt;Akan tidur di atas bibir kita&lt;br /&gt;Besok, oh cintaku... besok&lt;br /&gt;Kita akan bangun pagi sekali&lt;br /&gt;Dengan para pelaut dan perahu layar mereka&lt;br /&gt;Dan akan terbang bersama angin&lt;br /&gt;Seperti burung-burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari&lt;br /&gt;nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta.&lt;br /&gt;Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersih keras&lt;br /&gt;untuk masuk program Magister bersama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gila... ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak...ini adalah&lt;br /&gt;saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari&lt;br /&gt;pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan&lt;br /&gt;keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap bersikukuh&lt;br /&gt;untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat&lt;br /&gt;tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya,&lt;br /&gt;kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian&lt;br /&gt;cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa&lt;br /&gt;tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita&lt;br /&gt;sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah&lt;br /&gt;kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau&lt;br /&gt;ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatiku&lt;br /&gt;pun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran&lt;br /&gt;dan kekuatan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami&lt;br /&gt;memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan,&lt;br /&gt;sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek,&lt;br /&gt;buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan&lt;br /&gt;roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari&lt;br /&gt;awal pernikahan kami. Malam hari kami lalui bersama dengan perut&lt;br /&gt;kosong, teman setia kami adalah air keran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama&lt;br /&gt;dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami&lt;br /&gt;obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa&lt;br /&gt;uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari, jangan tanya... kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan&lt;br /&gt;itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah&lt;br /&gt;menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri&lt;br /&gt;saya mengeluh, menagis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab.&lt;br /&gt;Kalaupun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi&lt;br /&gt;dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan&lt;br /&gt;saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup&lt;br /&gt;sengsara layaknya gelandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang&lt;br /&gt;asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di&lt;br /&gt;rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbal balik perasaan ini ternya menciptakan suasana mawaddah yang&lt;br /&gt;luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan&lt;br /&gt;rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya&lt;br /&gt;adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya&lt;br /&gt;dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan,&lt;br /&gt;dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh&lt;br /&gt;cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan&lt;br /&gt;terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di&lt;br /&gt;dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang..." bisiknya mesra&lt;br /&gt;sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih&lt;br /&gt;gelar Magister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja!&lt;br /&gt;Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister&lt;br /&gt;pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada&lt;br /&gt;istilah makan enak dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kami&lt;br /&gt;berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan&lt;br /&gt;untuk pertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka,&lt;br /&gt;kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang&lt;br /&gt;mewah, merasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal&lt;br /&gt;masakan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di&lt;br /&gt;Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir&lt;br /&gt;setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia&lt;br /&gt;kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program&lt;br /&gt;Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita&lt;br /&gt;lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar&lt;br /&gt;Doktor di London. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak&lt;br /&gt;ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil&lt;br /&gt;merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah&lt;br /&gt;menyediakan dana tambahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium kening istriku, dan bismillah... kami berangkat ke London.&lt;br /&gt;Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol&lt;br /&gt;gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya&lt;br /&gt;spesialis jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak&lt;br /&gt;kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya&lt;br /&gt;diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai&lt;br /&gt;wakilnya! Kami juga mengajar di Universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai&lt;br /&gt;dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam&lt;br /&gt;suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah&lt;br /&gt;sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali&lt;br /&gt;laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling&lt;br /&gt;dunia. Kini kami hidup bahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah&lt;br /&gt;lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah&lt;br /&gt;swt dan bertambahlan rasa cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika&lt;br /&gt;hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan&lt;br /&gt;mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak&lt;br /&gt;pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka&lt;br /&gt;lihatlah wanita berjilbab biru yang menunduk di barisan depan kaum&lt;br /&gt;ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab Huda Sulthan. Dialah&lt;br /&gt;istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaan bisa&lt;br /&gt;mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok&lt;br /&gt;perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru.&lt;br /&gt;Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga&lt;br /&gt;merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru&lt;br /&gt;kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini&lt;br /&gt;dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Airputih (airputih@yahoogroups.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-7192745098713418100?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/7192745098713418100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=7192745098713418100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/7192745098713418100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/7192745098713418100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/ketika-derita-mengabadikan-cinta.html' title='Ketika Derita Mengabadikan Cinta'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-3473445075903921211</id><published>2008-05-28T20:45:00.003+07:00</published><updated>2008-05-28T20:49:50.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi/Inspirasi'/><title type='text'>Tangisan Untuk Adikku</title><content type='html'>Aku dilahirkan disebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari orang tua ku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Ayah mencintaiku lebih daripada aku mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku, ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya.&lt;br /&gt;“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi beliau mengatakan, “Baiklah kalau begitu kalian berdua layak dipukuli!”.&lt;br /&gt;Dia mengangkat tongkat itu tinggi-tinggi. tiba-tiba, adikku mencengkramnya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk diatas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal apa lagi yang akan kamu lakukan dimasa mendatang? Kamu layak dipukuli sampai mati! Kamu pencuri tidak tau malu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikan air mata seteres pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk meju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tudak akan pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu adikku berusia 8 tahu dan Aku berusia 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhir di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk kesebuah provinsi. MAlam itu ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengar memberenggut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”&lt;br /&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar kedhadapan ayah dan berkata, “Ayah, Saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika Bearti saya mesti mengemis di jalan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah didusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa kemuka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, Sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap kesamping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas diatas bantalku. “Kak, masuk ke universitas itu tidak mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut diatas tempat tidurku, dan menangis dengan airmata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya dilokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ketahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar dikamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar diluar sana!”&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang kepada teman sekamarku kalau kamu adikku?”&lt;br /&gt;Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? apa mereka tidak akan menertawakanmu?” aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dengan kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya ia mengeluarkan jepit rambut berbentuk kupu-kupu. ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat gadis kota memakainya, jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku kedalam pelikanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.&lt;br /&gt;Kali pertama aku membawa pacarku kerumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih dimana-mana, setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil didepan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? ia teluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”&lt;br /&gt;Aku masuk kedalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, serarus jarum terasa menusukku Aku mengolesi sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.&lt;br /&gt;“Tidak, tidak sakit. Kamu tahu ketika saya bekerja dikontruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku untuk bekerja dan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kalimat itu dia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun kewajahku. Tahun itu adikku 23. Aku berusia 26.&lt;br /&gt;Ketika Aku menikah, aku tinggal banyak dikota. Banyak kali Suamiku dan aku mengundang oarang tuakuuntuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah disini.”&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. tetapi adikku menolak tawaran tersebut. ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapatkan sengatan listrik, dan masuk rumah sakit Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putihpada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menololak jadi manager? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. mengapa kamu tidak mau mrndengar kami sebelumnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar ia baru saja menjadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita apa yang akan dikirimkan?”&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepata-patah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”&lt;br /&gt;“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.&lt;br /&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kamu kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat, “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi kesekolah dan pulang kerumah. Suatu hari, Saya kehilangan sati dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba dirumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar dari bibirku, “Dalam hidupku, Orang yang paling aku berterimakasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling bahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. (Dari “i Cried for My brother six times-swaramer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini diambil dari sebuah e-book kumpulan cerita motivasi&lt;br /&gt;judul : Motivasi net&lt;br /&gt;oleh : Ir. Andi Muzaki,SH,MT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cat : Bila ada kebaikan dalam cerita ini maka ambillah kebaikan tersebut dan bila ada keburukan dalam ceriata ini buang dan tinggalkanlah keburukan tersebut. Semoga kita mendapatkan hikmah dari cerita tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-3473445075903921211?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/3473445075903921211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=3473445075903921211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3473445075903921211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3473445075903921211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/tangisan-untuk-adikku.html' title='Tangisan Untuk Adikku'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2454732473855504505</id><published>2008-05-28T20:39:00.000+07:00</published><updated>2008-05-28T20:40:30.053+07:00</updated><title type='text'>Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat</title><content type='html'>Buat para suami baca ya.....&lt;br /&gt;istri &amp; calon istri juga boleh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Based on True Story..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,&lt;br /&gt;Usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun&lt;br /&gt;kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga&lt;br /&gt;sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dikaruniai 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah&lt;br /&gt;istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa&lt;br /&gt;digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh&lt;br /&gt;tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah&lt;br /&gt;tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, Dan&lt;br /&gt;mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia&lt;br /&gt;letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya&lt;br /&gt;tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari&lt;br /&gt;rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan&lt;br /&gt;siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan&lt;br /&gt;selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan&lt;br /&gt;apa2 saja yg dia alami seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak&lt;br /&gt;Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap&lt;br /&gt;berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak Suyatno lebih kurang 25&lt;br /&gt;tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan&lt;br /&gt;keempat buah hati mereka,sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si&lt;br /&gt;bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul&lt;br /&gt;dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak&lt;br /&gt;mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak Suyatno&lt;br /&gt;memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu&lt;br /&gt;semua&lt;br /&gt;anaknya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin&lt;br /&gt;sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak&lt;br /&gt;ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.........bahkan bapak&lt;br /&gt;tidak ijinkan kami menjaga ibu" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg&lt;br /&gt;keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun&lt;br /&gt;akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak&lt;br /&gt;dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami&lt;br /&gt;janji kami akan  merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."&lt;br /&gt;Anak2ku ......... Jikalau perkawinan &amp; hidup didunia ini hanya untuk&lt;br /&gt;nafsu, mungkin bapak akan menikah......tapi ketahuilah dengan adanya&lt;br /&gt;ibu&lt;br /&gt;kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan&lt;br /&gt;kalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir&lt;br /&gt;didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan&lt;br /&gt;apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya&lt;br /&gt;seperti ini.&lt;br /&gt;Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia&lt;br /&gt;meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang,&lt;br /&gt;Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh&lt;br /&gt;orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno  merekapun melihat butiran2&lt;br /&gt;kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..&lt;br /&gt;dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV&lt;br /&gt;swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan&lt;br /&gt;kepada suyatno  kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya&lt;br /&gt;yg sudah tidak bisa apa2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio&lt;br /&gt;kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru  disitulah pak&lt;br /&gt;Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta&lt;br /&gt;dalam perkawinannya,tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga,&lt;br /&gt;pikiran,perhatian ) adalah kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,&lt;br /&gt;dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya,&lt;br /&gt;mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata,&lt;br /&gt;dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu&lt;br /&gt;merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapatmemegang komitmen untuk&lt;br /&gt;mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari&lt;br /&gt;penggantinya,apalagi dia sakit,,,"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2454732473855504505?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2454732473855504505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2454732473855504505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2454732473855504505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2454732473855504505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syarat.html' title='Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-7558486254269566043</id><published>2008-05-28T07:23:00.002+07:00</published><updated>2008-05-28T20:40:59.791+07:00</updated><title type='text'>Doa Imajiner (Ratih Sang)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah….. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu &amp; anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagi ibu dari ibunya cucuku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata……&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?&lt;br /&gt;Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?”&lt;br /&gt;“Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.&lt;br /&gt;Jangan egois begitu……masak engkau ingin anak yang sholehah&lt;br /&gt;hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu….tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?…… prestige? …… atau….engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?&lt;br /&gt;Engkau juga harus belajar, Engkau juga harus bermoral Islami,&lt;br /&gt;Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?&lt;br /&gt;Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,&lt;br /&gt;seolah engkau tidak percaya ayat 3 &amp; 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.&lt;br /&gt;Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.&lt;br /&gt;Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.&lt;br /&gt;Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu,&lt;br /&gt;berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas…… aku malu…… dengan imajinasiku sendiri….aku malu……&lt;br /&gt;aku malu akan tuntutanku…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku ya Allah……lantas aku malu dengan imajinasiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ratih Sanggarwati, Gunung Geulis, 25 Desember 2002)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-7558486254269566043?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/7558486254269566043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=7558486254269566043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/7558486254269566043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/7558486254269566043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/doa-imajiner-ratih-sang.html' title='Doa Imajiner (Ratih Sang)'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-1767247838427695382</id><published>2008-05-21T07:28:00.005+07:00</published><updated>2008-05-21T07:34:09.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>AKU SAYANG AYAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Suara hati seorang teman dalam sebuah blognya, yang saya ambil disini. ini mungkin bukan mewakili sikap perasaan kita semua kepada Ayah kita, namun jika kita mau merenungkannya ada sisi sisi yang menyentuh kita sebagai orang yang terukir dari seorang ayah, dan yang sekarang atau kelak akan menjadi ayah juga. selamat meresapi.- prap &lt;/em&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman- temanmu dia tampak baik dan menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah benar- benar senang membantu seseorang…tapi ia sukar meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAH ITU MURAH HATI…..Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak suka meneteskan air mata ….ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai- sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :"jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu…. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu… Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-1767247838427695382?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/1767247838427695382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=1767247838427695382' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1767247838427695382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1767247838427695382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/aku-sayang-ayah.html' title='AKU SAYANG AYAH'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-8487186376629279464</id><published>2008-05-21T07:18:00.005+07:00</published><updated>2008-05-21T07:37:59.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Aku Sayang Ayah... Sayang Ibu...</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;TULISAN INI KUPEROLEH DARI MILLIS, SEMOGA BERMANFAAT. Hati2 dengan kebanggaan barang sendiri melebihi kasih sayang dengan anak......ya anak sendiri ataupun anak orang lain ....jadi jika ada sesuatu yang aneh yang membuat kita emosi obat nya harus istigfar 3x .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa jadi nasehat bagiku, dalam mendidik anak ku. Berikut ceritanya.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantaitempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat darimarmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebutmenggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu."Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mataisterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris."Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-8487186376629279464?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/8487186376629279464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=8487186376629279464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8487186376629279464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8487186376629279464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/aku-sayang-ayah-sayang-ibu.html' title='Aku Sayang Ayah... Sayang Ibu...'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-6185684992241099739</id><published>2008-05-18T13:10:00.003+07:00</published><updated>2008-05-21T07:24:12.182+07:00</updated><title type='text'>Manajemen Curhat</title><content type='html'>Mencurahkan isi hati (curhat) merupakan kebutuhan fitrah setiap insane untuk menyalurkan pikiran dan perasaan. Kala hati terasa gundah, atau pikiran yang terasa sesak curhat pun bisa menjadi alternative penyaluran endapan emosi untuk melegakan hati atau bahkan mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Neil Jacobson, peneliti kejiwaan pada Universitas Washington percaya betul manfaat curhat. Menurutnya, membiasakan curhat secara sehat kepada pasangan hidup dapat membantu suami istri mengelola stress. Bahkan, menurut John M. Gottman dan Nan Silver dalam The Seven Principles For Making Marriage Work kemampuan mengelola curhat secara benar antar pasangan merupakan metode yang efektif untuk mengupayakan perbaikan hubungan antara suami istri, yang sedang tegang sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan asal curhatUntuk memperbaiki hubungan dan mencari rasa plong di dada, muslimah pun perlu melakukan curhat. Tetapi perlu diingat, curhat yang tak terkendali justru bbisa menjadi boomerang dan berdampak fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan curhat bisa juga terjadi bila seorang muslimah curhat tanpa bersikap selektif. Misalnya saja curhat pada orang yang salah dan tidak amanah atau melakukan curhat yang isinya tidak proporsional/tidak relevan. Sering terjadi sebagian muslimah mencurhatkan sesuatu yang sebenarnya hanya perlu diadukan kepada Allah. Atau sebaliknya menutupi sesuatu yang seharusnya dicurhatkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat mengenali suasana kejiwaan manusia yang membutuhkan curhat sebagai salah satu ekspresinya. Tetapi, sekali lagi curhat ini harus terkendali atau dimenej dengan benar. Diantara indikasi lemahnya tingkat kecerdasan intelektual dan emosional seseorang menurut islam adalah bila ia tidak dapat mengelola curhatnya, sehingga segala yang ada didalam pikiran dan hatinya bagaikan butiran licin yang berada di ujung lidah dan siap menggelinding keluar kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat = Konsultasi + Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi curhat menurut islam adalah konsultasi dan komunikasi, baik secara vertikal maupun horizontal. Apa yang kita kenal sebagai istikharah, misalnya adalah konsultasi vertikal spiritual untuk mengadukan segala dinamika dan romantika hidup kepada Allah SWT sebagai sumber kekuatan, petunjuk dan pendengar setia keluhan para hamba. Begitupun segala doa, sholat, kontemplasi, tawajjuh dan khalwah kita dengan Nya disaat menyendiri dan hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian pentingnya membiasakan istikharah, sehingga menurut Imam Al Ghazali dalam Ihya nya, para sahabat berkomentar bahwa Rasululloh mengajarkan istikharah secara teliti dan telaten seperti saat mengajarkan surat Al Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang tidak dapat hidup bahagia dengan memendam perasaan dan pikirannya sendiri tanpa mengutarakan pada orang lain untuk mendapatkan respon dan saran yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu unsur lain yang sangat penting dalam melakukan curhat adalah musyawarah, yang merupakan cirri khas orang beriman (Qs.Asy Syura : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kekompakan dan keharmonisan hubungan keluarga/hubungan antar sesama terletak pada kemampuan manajemen curhat melalui musyawarah yang sehat dan benar (QS. Ali Imran : 159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Mawardi dalam kitab Adab ad Dunya wad Din, menegaskan bahwa kecerdasan intelektual dan emosional seseorang terlihat dari kebiasaannya yang baik dalam curhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasinya adalah bilamana ia terbiasa bermusyawarah dalam mengungkapkan isi hati dan pikirannya agar mendapatkan masukan positif dari orang yang tepat dan berkompeten.&lt;br /&gt;Apabila seseorang terlalu yakin dalam menjalani hidup dan memikul perasaannya sendiri, cepat atau lambat ia akan merasa menyesal dan kecewa. Ia akan merugi, akibat tidak melibatkan orang lain dalam masalahnya dan menyia-nyiakan peluang keberkatan dalam mendapatkan bantuan moril maupun materiil dari orang-orang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatlah apa yang dikatakan Umar bin Abdul Aziz : “ Konsultasi dan diskusi merupakan pintu rahmat dan kunci berkah yang tidak akan tersesat dan tidak akan ragu melangkah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama selalu berpesan :”Tidaklah merugi atau kecewa orang yang beristikharah dan tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi pun bersabda :”Musyawarah merupakan benteng dari penyesalan dan perlindungan dari menyalahkan diri sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umar bin Khatab pun mengelompokkan manusia dalam tiga tipe yaitu :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang tertutup dan cenderung egois dengan perasaan dan pikirannya sendiri&lt;br /&gt;2. Orang yang cenderung terbuka dan kooperatif dengan membiasakan curhat kepada orang yang tepat&lt;br /&gt;3. Orang yang hidupnya bimbang dan bingung namun tidak mau konsultasi dan tidak mau mengikuti saran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih orang yang tepat Curhat yang benar merupakan solusi dan rekreasi, sebaliknya curhat yang salah dapat menimbulkan masalah. Curhat yang benar yaitu disaat yang tepat dan kepada orang yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agar tidak terjadi salah curhat, seorang muslimah dalam manajemen curhatnya harus memperhatikan beberapa tips berikut :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Hanya curhat kepada orang-orang yang berpikiran arif, luas, jernih, cerdas da berpengalaman. Nabi bersabda ; “Curhatlah kepada orang yang berpikira arif niscaya akan benar jalan hidup kalian dan jangan meninggalkan sarannya niscaya kalian akan menyesal.” Iman Abdullah Ibnul Hasan pun menasehati anaknya: “Waspadailah saran orang yang bodoh meskipun ia tulus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pilih teman curhat yang memiliki keimanan, keshalihan dan ketaqwaan, dapat memberikan saran dan komentar yang baik sekaligus mampu menjaga amanah curhat. Nabi berpesan : “Barangsiapa menginginkan sesuatu lalu menkonsultasikannya dengan seorang muslim yang konsekuen niscaya Allah akan memberikan padanya jalan yang terbaik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Harus ada ketulusan, kesetiaan, kepedulian dan empati kedua belah pihak yang curhat maupun temannya. Hindari hal-hal yang akan mengeruhkan ketulusan dan mengaburkan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pilih suasana dan orang yang tepat untuk curhat agar tidak salah paham atau malah memberikan respon dan tangapan yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ingatlah bahwa memang ada beberapa hal dicurhatkan pada orang lain demi meraih kemaslahatan serta menghindari mudharat bila tetap memendamnya. Namun, ada pula hal-hal lain yang hanya dapat dicurhatkan kepada Allah untuk melegakan perasaan dan menumpahkan segala emosi. Nabi bersabda :“ konsultasilah dengan nuraani, meskipun telah banyak orang yang memberikan saran kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pilihlah orang yang memenuhi kriteria diatas dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kedekatan, baik fisik maupun psikis. Jangan meninggalkan orang-orang terdekat bila mereka memang layak diajak curhat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila muslimah telah melakukan manajemen curhat yang baik ini berarti ia telah memberi kesempatan bagi dirinya sendiri untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, sekaligus menjadi indikasi kepribadian yang shalihah. Seperti yang diungkapkan lewat Nabi SAW : “Puncak kecerdasan emosional setelah iman kepada Allah adalah sikap simpatik pada orang lain. Tidaklah seseorang yang egois dengan pikirannya akan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dan tidaklah akan celaka seseorang karena musyawarah. Jika Allah menginginkan seorang hamba celaka maka pertama kali yang mencelakakannya adalah pikirannya sendiri. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin pun menuturkan petuah para ahli bijak berstari yaitu barang siapa dikaruniakan empat hal tidak akan kehilangan empat hal : Siapa yang dikaruniai syukur tidak akan kehilangan tambahan nikmat, siapa yang dikaruniai taubat tidak akan kehilangan ampunan, siapa yang dikaruniai istikharah tidak akan kehilangan kebaikan dan siapa yang dikaruniai musyawarah tidak akan kehilangan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;By : Dr.H. Setiawan Budi Utomo &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber : UMMI edisi 3/2001&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-6185684992241099739?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/6185684992241099739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=6185684992241099739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/6185684992241099739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/6185684992241099739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/manajemen-curhat.html' title='Manajemen Curhat'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2310601736588324850</id><published>2008-05-18T08:27:00.005+07:00</published><updated>2008-05-18T18:59:38.075+07:00</updated><title type='text'>Pudarnya Pesona Cleopatra</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra ( Novel Psikologi Islam Pembangun Jiwa )&lt;br /&gt;Karangan : &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Habiburrahman El Shirazy ( Penulis Novel best seller Ayat-ayat cinta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal." Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu."Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu" ,Ucap beliau dengan nada mengiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadiMentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang Begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria Dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa Berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face Dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, "cantiknya alami, Bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra,Yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia. Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan emapt group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibitCintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya Kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang Kerja. Aku merasa hidupku adalah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab " tidak Apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga" Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil'mbak', " kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku" tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. "wallahu A'lam" jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, "Kalau mas tidak Mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah ?Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus Bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku Didunia ini". Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air Mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terus berjalan, tetapi Komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. "Mas tidak apa-apa" tanyanya dengan perasaan kuatir. "Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih" lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. "Mas airnya sudah Siap" kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. "Mas aku buatkan wedang jahe" Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan. Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. " Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?" tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. "Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas". " Biasanya dikerokin" jawabku lirih. " Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin" sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok Bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis Tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di Istananya."Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu" kata Ratu Cleopatra. " Dia memintaku untuk mencarikannya seorang Pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu". Aku mempersiapkan segalanya. Tepat puku 07.00 aku datang ke istana, Kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian. Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba " Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya" kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. "Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya" lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi Apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu Dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri Belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra." Mas, nanti sore ada acara qiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang Bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang" Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku Dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. " Ma….maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana," lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. " Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din…Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. " Ya Mas!" sahut Hana langsung menghentikan langkahnya Dan pelan-pelan Menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil "dinda". " Matanya sedikit berbinar. "Te…terima Kasih…Di…dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah," ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. " Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?". Hana begitu Bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum Pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami Dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. "Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua Dan ubundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal ?&lt;br /&gt;Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia. Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta sepertiYang dimiliki Raihana. Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga Kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir Tentang keturunan. " Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum Ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu" kata Ibuku. "Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?" sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap Dan mengangguk sekenanya. Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, Aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi.Setiap saat nuraniku bertanya" Mana tanggung jawabmu!" Aku hanya diam dan mendesah sedih. " Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta" gumamku.Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, " Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita".Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya.Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhkubenar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. "Apakah kamu sudah menikah?" kata Pak Qalyubi. "Alhamdulillah, sudah" jawabku. " Dengan orang mana?. " Orang Jawa". " Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?". "Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran". " Kau sangat beruntung, tidak sepertiku". " Kenapa dengan Bapak?" " Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang". " Bagaimana itu bisa terjadi ?". " Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan amat terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dariIndonesia. Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil.Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan YAsmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetpai saya tetap teguh untukmenikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi YAsmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali kemedan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia.Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin.Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta YAsmin untuk berhemat.Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali YAsmin tidak bisa. Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rending, saya harus ke warung. YAsmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, makarumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta YAsmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir. Saya menyesalmeletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah.Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untukmerintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. " Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir". Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahandiri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku,tak terasa sudah dua bualn aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah memintaapapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belumterbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke took baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong….Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi…ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;"Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba……"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; tulis Raihana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;" Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku.Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya.Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengancara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang.Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memelukkakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angin sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap airmataku.Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu.Aku jadi heran dan ikut menangis. " Mana Raihana Bu?". Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi ?." Raihana…istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya" .&lt;br /&gt;" Ada apa dengan dia".&lt;br /&gt;"Dia telah tiada".&lt;br /&gt;"Ibu berkata apa!".&lt;br /&gt;" Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu.Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya" .Hatiku bergetar hebat. " Ke…kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?". " Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampuskatanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi maafkanlah kami".&lt;br /&gt;Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali.&lt;br /&gt;Dunia tiba-tiba gelap semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2310601736588324850?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2310601736588324850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2310601736588324850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2310601736588324850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2310601736588324850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/pudarnya-pesona-cleopatra.html' title='Pudarnya Pesona Cleopatra'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-3356340598400295284</id><published>2008-05-18T08:13:00.018+07:00</published><updated>2008-05-19T16:09:54.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Islami'/><title type='text'>Bahan Bacaan dan Cernaan Otak Kiri dan Kanan.</title><content type='html'>WassAssalamu alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ada sebuah cerita menarik mengenai pengalaman spritual seseorang dalam proses melakukan ibadah Umroh. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------Original Message----- --&lt;br /&gt;From: Dian Yudiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1.Latar Belakang&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip utama saya sejak beranjak dewasa sampai sebelum perjalanan umroh ini adalah : "Tak ada keajaiban". Segala sesuatu harus masuk logika, masuk akal, dan jauh dari hal-hal yg tak masuk akal. Segala sesuatu mesti ada penjelasan ilmiahnya. Oleh karena itu pandangan saya selalu mengacu kepada konsep hukum-hukum fisika, sosial, dan hukum psikologi. Tak ada kejadian yg pernah bisa melanggar hukum alam. Setiap pohon pisang akan berbuah pisang, setiap mahluk hidup mempunyai siklus biologi sesuai spesisnya, setiap apapun didunia ini tidak ada yg bisa lepas dari hukum absolut alam semesta. Takkan pernah ada cimpedak berbuah nangka kecuali dalam sajak. Takkan pernah ada orang kebal peluru. Takkan pernah ada keajaiban, keanehan, atau anomali hukum alam. Sebelumnya saya hanya tertawa mendengar cerita-cerita keajaiban ataupun kejadian luar biasa yg kerap terjadi pada orang yg melakukan ibadah haji atau umroh di tanah suci. Mungkin itu hanya kebetulan, atau mungkin itu hanya bohong belaka. Sehingga kajian saya mengenai telaah agama islam, selalu mengacu kepada analisa, sentesa, konseptual, dan hipotesa. Pendeknya, tak ada alat yg saya miliki untuk telaah tsb selain metode ilmiah, sampai saya dipaksa harus menyadari instrumen lain yg sesungguhnya ada dan tak pernah saya gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2. Perjalanan I : Jkt-Jeddah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berangkat dengan apa adanya menuju Jeddah. Instruksi saya kepada secretaries yg membooking perjalanan untuk mengambil paket yg paling murah, paling singkat, dan paling efisien. Boleh dikata niat saya bukan untuk ibadah, tapi untuk sebuah hipotesa. Diperjalanan, saya bertemu dengan seorang Haji yg telah beberapa kali berhaji dan berumroh, Bp H Tabrani (63), mantan walikota Jakarta Timur, kelahiran Aceh. Kamipun terlibat diskusi dipesawat. Saya katakan bahwa saya datang ke Mekkah bukan untuk cari umur panjang, rejeki, kemakmuran, kekayaan, dsb. Saya katakana saya hanya ingin mencari petunjuk, hidayah bahwa Al-Qur'an adalah memang benar datangnya dari Allah dan bukan konsepnya Muhammad . Saya ingin tahu hipotesa saya benar atau salah. H.Tabrani berkata, " Insya Allah you akan dapat semua itu. Namun semua akan tergantung dari cara you memandangnya, apakah fenomena itu adalah sebuah petunjuk, atau hanya sebuah kebetulan ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.1 Kejadian 1&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah beliau bicara, tiba-tiba mesin pesawat mati satu. Penumpang pun diharap kembali ketempat duduk masing-masing dan memasang sabuk pengaman. Penerbangan baru berlangsung 45 menit. 5 menit kemudian kedua mesin Boeing 747 disayap kiri mati. Pilot pun memberitahukan bahwa pesawat harus kembali ke Airport Soekarno Hatta. Kemudian pesawat mengalami turbulens yg menyeramkan disertai jeritan penumpang, sementara saya melihat kejendela pembuangan bahan bakar mulai dilakukan. Ini merupakan pemandangan yg sama sekali tidak menyenangkan. Saat itu saya mulai takut dan berfikir tentang kematian. Berkali-kali saya terbang, baru kali ini mengalami kejadian yg demikian. Apakah tempat yg saya tuju memang luar biasa ? Ataukah ini hanya kebetulan saja ? Dengan sisa mesin dan kekuatan yg ada, pesawat terbang miring dan mendongak, sementara yg saya lihat dibawah hanya lautan lepas. Namun akhirnya pesawat dapat mendarat di Soekarno Hatta dengan selamat, diiringi beberapa mobil pemadam yg siap siaga. Kami semua di inapkan di Horison Hotel-Ancol. Di Hotel diskusi saya dengan Bp H Tabrani berlanjut. Saya tanya ; Aca :" Pak Haji, kok susah bener ya mau ke Mekkah aja ?" " Baru kali ini saya saya naik pesawat kayak begini" H Tabrani : " You kurang niat kali... ini khan bukan perjalanan biasa". Aca : Apanya yg luar biasa. Secara teknis tetap sama" H Tabrani : " Wah...you boleh pilih, melihat ini sebagai sebuah Kebetulan, atau sebuah kebesaran Allah ! " Aca : " Tapi Pak, kenapa kalau Allah mau kasih pelajaran Semua satu pesawat terkena getahnya, padahal khan Ada penumpang lain seperti Bapak yg sudah berniat bulat umroh tetapi juga batal ". H Tabrani : " Andry...you khan tahu tidak semua penduduk Indonesia bobrok mentalnya, tetapi, jika Allah mau kasih pelajaran khusus - hampir seluruh rakyat Indonesia terkena dampaknya". " Bisa jadi karena you dengan niat hipotesa atheis itu - kita semua satu pesawat terkena akibatnya". "Coba dech.. you pikirin ! " Akhirnya saya mulai tafakur, mencoba untuk merendahkan hati, sholat isya' - dan membaca niat untuk umroh. Saya mulai membuka-buka buku-buku petunjuk menjalankan umroh. Walau saya jarang (hampir tidak pernah) berdo'a, saya baca-baca do'a nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.2 Kejadian 2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya kami berangkat dengan pesawat lain. Dan ketika itu saya melonjak kegirangan, karena saya di up-grade ke first class. Waduh, enak juga, 10 jam terbang tanpa harus berdesakan dengan fasilitas lainnya yg tidak sama dengan economi. Tiba-tiba H Tabrani datang, " Wah you koq disini ? " Aca : " Alhamdulillah saya di up-grade Pak " H Tabrani : " Waduh...enak benerrrr, you udah niat umroh ? " Aca : " Udah Pak, semalam saya tafakur, berdo'a dan membaca niat " H Tabrani : "Bagus kalau begitu. You sekarang melihat kan Allah bisa memberikan imbalan kenikmatan secara Langsung " Aca : "Loh tapi Pak Haji, ini khan petugas maskapai yg Ngatur!?" H Tabrani : " Bukan ! ini Allah yg ngatur, melalui tangan petugas" Aca : " Wah ini mungkin hanya kebetulan saja Pak !" " Nggak masuk akal kalo Cuma karena niat, saya langsung diberi kenikmatan oleh Allah ". H Tabrani : " OK... khan saya sudah bilang dari kemarin, semua Terserah you saja, apakah you mau melihat dengan kacamata Kebetulan, atau kacamata iman !" H Tabrani pun mulai sewot dengan saya. Entah karena nggak di up-grade atau karena sikap saya yg dianggapnya wangkeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.3 Kejadian 3&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipesawat, saya dikenalkan oleh pramugari kepada 2 orang penumpang yg menekuni manajemen pikiran. Dian, pramugari yg sebelumnya terlibat diskusi agama dengan saya dan H Tabrani, menyarankan agar masalah saya diungkapkan kepada mereka. Kamipun berkenalan, seorang bernama Nur Cahyo, seorang lagi bernama Kartiko (mungkin muridnya). Saya jelaskan permasalahan utama saya. Akhirnya ia menjelaskan, " Sdr Andry, selama ini saya tahu anda telah banyak berupaya, namun upaya itu belum optimum. Apa sebab - karena sdr hanya menggunakan sebahagian yakni bagian kiri saja dari otak sdr ". "Karena otak, mempunyai 2 belahan, belahan kiri yg fungsinya untuk menganalisa, kalkulasi, logika, konsentrasi, hipotesa, dsb, dan belahan kanan yg berfungsi mencerna keindahan, emosi, seni (spt musik), euphoria, keimanan, dsb. Kedua belahan otak tsb harus sdr gunakan. Wajar kalau saudara hanya mengandalkan analisa dan mendewakan sirkuit logika". "Ada daerah kekuasaan Tuhan yg tidak dapat dianalisa dan didiskusikan. Daerah tsb hanya dapat dicerna oleh perasaan yg kita sebut iman". "Loh...itu khan basic prinsip Quantum Learning, saya tahu benar itu ", kilah saya. "Betul...bagus kalau anda tahu - tapi pernahkah anda terapkan dalam pencarian ini ?". Saya mulai bingung dengan pertanyaan Kartiko. Saya tahu benar ilmu itu, karena saya sering jadi pembicara tentang metode belajar dan bekerja menggunakan keseimbangan otak kiri - kanan. Kepala saya seperti dipentung oleh senjata saya sendiri. Kartiko melanjutkan, "Jika yg sdr cari adalah petunjuk, ia dapat berupa ilham, mimpi, atau fenomena dan kejadian-kejadian yg tak masuk akal. Sdr tak akan bisa menelaah semua itu nanti di perjalanan dengan otak kiri (analisa) saja. Hasilnya akan sdr pisah-pisah dan terlihat tidak berkaitan satu sama lain. Namun apabila sdr gunakan juga otak kanan (intuisi/rasa/ iman), hasilnya akan sangat menakjubkan" . H Tabrani pun ikut terlibat diskusi, dan ia banyak membenarkan perkataan Kartiko. Sebelum Kartiko kembali ke kursi duduknya, saya bertanya kepadanya, "Anda kuliah dimana ?". Kartikopun menjawab "Politeknik Mekanik Swiss". "Astaga, angkatan berapa ?". "Angkatan 88", jawabnya. Akhirnya, kami pun bertambah mesra. Saya mulai menarik hipotesa dengan kedua belahan otak saya ;&lt;br /&gt;1. Apakah instrumen ini berguna (telaah menggunakan kedua belahan otak)untuk pencarian saya ?&lt;br /&gt;2. Kenapa saya tak pernah menggunakannya, padahal saya tahu dan gandrung dengan ilmu itu ? 3. Apakah ia hanya seorang kenalan di pesawat, atau kah sebuah petunjuk agar saya menggunakan instrumen itu dalam perjalanan sekarang dan nanti ?&lt;br /&gt;4. Apakah pertemuan kami ini hanya sebuah kebetulan ?&lt;br /&gt;5. Apakah Kartiko juga seorang yg kebetulan berlatar belakang pendidikan sama dengan saya sehingga jalan berfikir kami sepertinya klop !? Saya kembali membahas ini dengan H Tabrani. Beliau seperti biasa sambil sewot, " Terserah...you mau lihat dari kacamata kebetulan atau kacamata kebesaran Allah !". Sayapun mulai tak percaya dengan diri saya. Saya mulai goyah dengan pandangan saya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.4 Kejadian 4&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami pun tiba di Jeddah, yg kemudian perjalanan disambung ke Madinah. Malam hari kita berangkat sholat Isya' ke Masjid Nabawi. Disini Rasululloh dimakamkan, jelas H Tabrani. "Kok kuburan di Masjid Pak Haji, nggak bener itu !" "Wah you ini mau sholat apa nggak !". "You khan bisa sholat karena orang yg dimakamkan disini !". Tanpa banyak bantah saya ikuti ajakannya sholat diluar (halaman) Masjid (karena larut, pintu masuk sudah ditutup). Saya sholat tepat disamping pintu makam Rasululloh, sedang H Tabrani sholat 5 meter didepan saya. Tiba-tiba, baru saja saya takbiratul ihrom, pintu disamping saya berdebum. Sayup-sayup berdebum. Seperti suara orang kerja. Tapi lebih mirip suara orang marah-marah membanting meja atau kursi. Tiba-tiba perasaan takut saya datang. Akhirnya saya batalkan sholat saya, pindah menjauhi makam Rasululloh. Makam orang yg saya pikir pembuat Al-Qur'an. Dan saya mulai dihantui pemikiran tersebut. Sholat saya sudah nggak bisa khusuk lagi. "Andry...kamu kenapa pindah sholatnya ?", tanya H Tabrani. "Nggak tahu tuh Pak, ada suara berisik dipintu, sepertinya pintu itu mau dibuka orang ", jawab saya. "Suara berisik apa ". "Loh Pak Haji nggak denger barusan " "Enggak ah..., Iqbal...kamu dengar suara ?" "Enggak Pak..." Perasaan saya mulai nggak karuan. Rasa takut dicampur rasa bersalah. Saya coba analisa pakai belahan kiri, bahwa mungkin posisi saya yg tegak lurus dengan pintu menyebabkan saya bisa dengar, namun mereka karena tidak tegak lurus, mereka tak bisa mendengar. Tapi harusnya juga dengar. Mustahil tidak, karena suara itu keras koq. Akhirnya saya ceritakan ke H Tabrani tentang perasaan kacau saya. Saya ceritakan bahwa saya pernah menulis e-mail yg berpendapat apakah semua ini bisa-bisa nya Muhammad. Kala itu saya tetap menyangsikan kronologi turunnya wahyu. Hingga saya mensejajarkan posisi Muhammad dengan Napoleon, Karl Marx, Einstein, Aristoteles, Plato, dan pemikir besar dunia lainnya. "Wah...kalau you udah sadar itu salah, you mesti minta maaf besok didalam Masjid, tepat disamping makamnya kalau bisa ", kilah H Tabrani. Esok hari, pagi-pagi sekali kami bangun, berangkat menuju Masjid Nabawi. Masjid besar dengan halaman yang juga besar. Dengan terhuyung sambil ngantuk (karena nggak biasa bangun dan sholat shubuh) saya berjalan menyusuri halaman Masjid seperti menyusuri 2 kali panjang lapangan bola. Seluruh lantainya ditutupi Pualam putih. Setelah melewati pintu utama, saya berjalan memasuki ruang dalam Masjid area perluasan King Fadh. Saking besarnya, pandangan lepas kita tak dapat melihat ujung Masjid lainnya. Lantai, dinding dan Tiang ditutupi marmer yg dipolish licin. Setiap tiang terdapat lubang AC yg dapat mengatur suhu ruangan otomatis. Kami terus berjalan menuju Raudah (batas bangunan asli Masjid yg dibangun Muhammad) melewati area perluasan King Azis. Antara perluasan King Fadh dan King Azis terdapat Kubah yg dapat terbuka dan tertutup otomatis. Sempat terfikir oleh saya, betapa besar biaya yg diperlukan untuk ini semua. Namun saya coba tahan pemikiran negatif itu dan menggantikannya dengan fikiran betapa besar pengaruh Muhammad sampai sekarang hingga dapat terwujud Masjid sebesar dan seagung ini. Kamipun hampir mencapai Raudhah, namun tak bisa masuk karena penuhnya. Setelah sholat Shubuh, saya dianjurkan H Tabrani untuk berdo'a di area Rhaudah. "Kenapa .?", tanya saya. "Berdoa disana Insya Allah lebih amat makbul (dijawab oleh Allah terhadap permintaan doa kita). Sempat terbesit pertanyaan saya, apakah doa orang yg berdoa di Masjid Dago Atas tidak makbul ? Namun saya mulai menahan diri terhadap pemikiran dan pertanyaan model itu. Setelah berdoa, kamipun berdesakan keluar melalui Pintu Jibril, pintu yg melewati tepat muka makam Rasululloh. Saya ambil barisan paling kiri, barisan yg paling dekat dengan sisi makam. Kami berjalan berdesakan, perlahan, penuh sesak namun sangat tertib. Dari kejauhan saya melihat pagar makam yg didalamnya gelap tak ada cahaya. Dalam antrian perlahan saya mendekati makam. Didalam pagar terlihat tiga makam yg ditutupi kain. Saya tak tahu yg mana Makam Rasululloh, yg mana makam Abu Bakar, dan yg mana makam Khadijah, isteri Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.5 Kejadian 5&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disepanjang makam berdiri 4 orang tua dengan badan tinggi bersorban yg selalu menepis tangan orang yg mencoba memegang pagar dengan meratap. "Musyrik !!!", hardiknya. Mereka senantiasa menjaga perilaku setiap orang yg mencoba ziarah dengan kelakuan aneh. Disini saya mulai mengerti arti Islam sebagai agama Tauhid. Agama yg berillah hanya dan hanya kepada Allah. Tiada kepada yg lain, tiada pula kepada para Nabinya. Nabi hanya sebagai pembawa RisalahNYA, MandatarisNYA, dan bukan tempat untuk meminta atau berdo 'a. Nabi juga bukanlah anakNYA, karena beranak pinak adalah perilaku ciptaaNYA dan bukan salah satu sifatNYA/perilakuNY A. Musyrik atau Syirik, mensyarikatkan Allah dengan sesuatu lainnya adalah satu-satunya perbuatan dosa yg tidak pernah diampuni Allah. Bukan maksud saya menyindir, tapi sering kali orang melakukan "HUMANISASI" . Imajinasi bentuk alien (mahluk luar angkasa) tak pernah jauh lari dari bentuk manusia, berbadan, berkepala, bertangan dan berkaki. Film-film kartun Hollywood, selalu menampilkan bentuk perilaku binatang yg bertingkah polah bagai manusia, dan berbentuk fisik yg sudah dirobah menjadi mirip manusia. Dongeng-dongeng binatang buku cerita untuk anak kecil juga demikian. Robot-robot sekarang dan masa datang,mengambil analogi kerja tubuh dan bentuk badan manusia. Sampai-sampai Tuhan atau Dewa-dewa yg digambarkannya pun mirip bentuk manusia. Adapula yg menganalogikan perilaku Tuhannya seperti manusia dengan perilaku beranak pinak. Disini saya merasa mendapat petunjuk, bahwa Muhammad NabiNYA, bukan anakNYA, bukan tempat meminta. Ketika saya tiba persis dimuka makam, seseorang dengan suara yg berat dibelakang saya berkata perlahan. Tidak keras namun tidak berbisik. Kedua tangannya memegang pundak saya dari belakang. Ia berkata dalam bahasa Arab, " Ya Rasululloh.. .ini aku, aku datang kepadamu, bukan untuk meminta sesuatu yg lain. Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu ya Habiballoh. Aku hanya mengagumimu namun aku tak pernah memujimu. Aku fikir aku telah menempatkanmu pada posisi yg tinggi, namun ternyata engkau lebih mulia dari itu. Aku tidak mencela engkau namun aku sadar aku telah melecehkan engkau. Aku minta maaf ya Rasululloh". Pembaca, saya dapat mengerti hampir seluruh ucapannya dalam bahasa Arab itu, namun saya belum pernah belajar Nahu sorob atau bahasa Arab ! Saya jadi bingung sendiri. Saya lihat dipundak saya salah satu tangannya yg memegang pundak saya dari belakang, besar sekali dan hitam legam. Waktu saya menolah kebelakang, orang tersebut seperti dari Afrika, tinggi luar biasa, hitam legam. Ia mengucapkannya sambil merintih menahan tangis. Rasa haru, menyesal luar biasa, dan sedikit ketakutan pun menyelimuti saya. Saya tak ucapkan kata apapun. Semua yg akan saya ucapkan telah diucapkan orang dibelakang saya dalam bahasa Arab yg saya tiba-tiba mengertinya. Keluar pintu Jibril, saya menunduk menahan tangis dan haru, agar tak terlihat H Tabrani dan Iqbal puteranya. H Tabrani tahu itu. Merekapun mempercepat langkah agar tetap didepan saya. Saya coba cari orang tinggi besar hitam tadi. Mungkin karena ramai kerumunan, saya tak dapat menemukannya. Sesampai di Hotel, kamipun mendiskusikannya. Terutama tentang dapat mengertinya saya terhadap ucapan dalam bahasa Arab. Saya bilang : "Mungkin begini Pak, karena saya dihantui rasa bersalah,dan memang saya akan berkata minta maaf, maka persepsi saya terhadap apa yg diucapkan orang tadi adalah persepsi fikiran saya". H Tabrani : "Itu mungkin. Mungkin saja. Tapi mungkin juga petunjuk, bahwa beliau (Rasululloh) tahu benar isi hati anda, dan beliau dengan ahlaknya yg mulia sudah memaafkan you tentunya". Aca : " Ah...masak sich Pak. Sedemikian mudah dan cepatnya saya mendapat petunjuk " H Tabrani : " Temen you dan saya khan sudah berkali-kali mengatakan, semua itu terserah you saja. Apakah you mau anggap itu semua kebetulan atau sebuah petunjuk. Berkali-kali saya mengatakan - terserah you saja !" Saya mulai tak banyak membantah. Saya benar-benar mulai berfikir, bahwa tak ada yg namanya kebetulan. Semua sudah ada aturannya, semua sudah ada sebab akibatnya. Ada sebuah "hukum sebab-akibat" yg berlaku absolut dialam semesta ini. Hukum Sebab-Akibat itu diatas hukum-hukum lainnya. Juga diatas hukum fisika, sosial, maupun psykologi yg saya anut selama ini. Saya mulai meyakini ini sebagai Hukum Sunatulloh, dan bukan hukum psikologi. Bukan efek kebetulan karena rasa bersalah. Bukan efek kebetulan kondisional akibat suasana yg khusuk, sakral atau magic/angker. Melainkan hukum Sunatulloh kepada orang yg mencari ridhoNYA, orang yg mencari jalan yg diridhoNYA. Namun saya tak berani berfikir bahwa saya sudah berada pada jalan yg benar, dalam "The right track". Namun yg jelas, saya mulai lebih berhati-hati dan tidak gegabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3. Perjalanan di Madinnah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati waktu Zuhur, kami melakukan City Tour, ketempat-tempat bersejarah antara lain, Masjid Kuba - Masjid pertama di Madinnah yg dibuat Rasululloh, Masjid Kiblat - Masjid dimana ditengah sholat Rasululloh mendapatkan wahyu untuk sholat menghadap Ka'bah/Mekkah, yg sebelumnya menghadap Masjidil Aqso', sehingga sholat tersebut beliau lakukan 2 roka'at menghadap Masjidil Aqso' dan 2 roka'at sisanya menghadap Ka'bah. Karena kasus ini orang Kafir Quraisy berkomentar Muhammad pemimpin yg plin-plan. Dibimbing oleh Tour Guide, kami berkunjung ke Jabal Uhud, tempat dimana terjadi Perang Uhud. Terlintas dibenak saya cuplikan film "The Massage" dimana Hamzah, Panglima perang kaum Mukmin yg dibunuh dengan tombak oleh salah seorang budak suruhan Hindun, isteri Abu Sofyan, pemimpin kaum kafir Quraisy yg sangat memusuhi Nabi. Pada peperangan tsb kaum Muslimin kalah yg disebabkan tindakan indisipliner pasukan panah. Kami juga mengunjungi makam Fatimah, dimana dekat makam dahulunya terdapat parit besar yg dikenal sebagai Perang Khandak. Perang dimana pada saat itu kaum kafir dari berbagai bangsa dan negara memboikot dan meng-embargo kaum muslim selama kurang lebih 2 tahun, dimana sekeliling Madinnah pada saat itu dibuat Parit besar yg memisahkan/melindun ginya. Disini saya melihat bahwa perjuangan Rasulloh adalah bertahan dan bukan menyerang. Konsep yg diajukan Rasululloh adalh sebuah konsep dimana penguasa kafir tidak menyukainya. Konsep tsb hanya mendapat tanggapan dari kaum Anshor yg bertempat tinggal di Madinnah hingga Nabi harus hijrah/pindah kesana. Saya akhirnya bertanya kepada Tour Guide, bagaimana dengan tindakan Nabi yg saya anggap ekspansi nekat yakni tindakan Nabi mengirim surat dari Madinnah kepada Mekkah, Mesir, Roma, Persia, Abesinia, dan Negos(Ethiopia) . Madinnah tidak sebesar dan sekuat Mekkah, namun tindakan Nabi mengirim surat kepada Negara-negara tsb adalah nekat (kalau tidak mau dibilang gila). Analoginya mungkin seperti Vietnam, negara kecil yg baru berdiri, tanpa angkatan bersenjata yg jelas, mengirim pesan kepada Indonesia, Australia, Amerika, Rusia, dan European Community untuk takluk dan tunduk dibawah kekuasaanya. "Oh tidak, ini tidak seperti demikian ", jawab Tour Guide. "Urusan Raululloh bukan urusan kekuasaan. Konsep Rasululloh bukan konsep negara, sehingga surat yg dibuat bukan surat kekuasaan . Surat itu berisikan ajakan beragama Islam. Konsep Rasululloh adalah konsep agama, bukan konsep pemerintahan" . "Lho, kalau bukan urusan kekuasaan, bagaimana dengan Daulat Bani Umayah, kepemimpinan Islam setelah Ali, yg ekspansi kekuasaanya dengan cepat dan pesat sampai ke Cordova, Spanyol, daratan China, dan berbagai belahan dunia lain, sehingga Islam tidak hanya bicara didalam Masjid, namun juga dipemerintahan, dimasyarakat, hingga berlaku hukum yg hanya kita dengar sekarang secara sayup-sayup 'hukum Islam' ? Bagaimana kita memberlakukan sebuah peraturan tanpa adanya kedaulatan ? Bagaimana kita bicara rajam bagi yg berzinah, sementara lokalisasi pelacuran mendapat izin dari pemerintahan Pemda setempat ? Bagaimana memberlakukan hukum Islam tanpa pemerintahan Islam ? ", demikian saya bertanya. Tour Guide tersebut tak dapat melanjutkan penjelasannya. Sayapun menjelaskan, "Mas Syaiful...saya mohon maaf loh, saya dalam pencarian, saya bukan sok tahu, tapi saya memang benar-benar tidak tahu, dan saya benar-benar ingin tahu, kayak apa sich konsep Rasululloh yg disampaikan pada saat itu ?". Tour Guide : "Baiklah, anda silahkan tanya kepada orang yg lebih tahu, saya terus terang belum tahu benar untuk hal ini ". Aca : "Terimakasih Mas...saya akan simpan pertanyaan ini". Beberapa orang mungkin beranggapan ini tidak penting, namun saya berfikir bahwa ini sangat penting. Dalam pencarian / perjalanan ini saya tak menemukan jawaban, namun saya yakin insya Alloh, suatu saat, dalam pencarian saya yg berikutnya, saya dapat menemukan jawabannya.. .Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3.1 Kejadian 6&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sholat Ashar, akhirnya kamipun bersiap-siap untuk ber-umroh. Pak H Tabrani mengajarkan saya untuk memakai pakaian Ihrom. Ia menjelaskan untuk memakai pakaian Ihrom, 2 lembar kain yg dililit dipinggang, satunya lagi di bahu. "Latihan pakai kain kafan ", demikian penjelasannya. Meskipun ia bukan Tourist Guide, namun ia begitu telaten mengajarkannya pada saya. Meskipun kadang-kadang menghardik saya, seperti waktu saya tanya kenapa koq nggak boleh pakai celana dalam. Ia hanya menjawab "Jangan didebat !!! ini daerah otak kanan ! ". Untung saya sudah rada kalem sekarang karena beberapa kali mengalami peristiwa2 yg lalu, kalau tidak, mungkin sewotnya H Tabrani berkelanjutan. Setelah mengambil niat di Miqod, diperjalanan kami mulai membaca Talbiah : Labbaik Allohumma labbaik Labbaik Lasyarika laka labbaik Innal hamda, Wal nikmata, Laka wal mulk La syarikalak Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanmu Tiada syarikat bagimu Sesungguhnya segala puji, segala nikmat, dan segala kuasa Hanyalah dari engkau. Tiada syarikat bagimu. Pembacaan Talbiah baik di pesawat maupun diperjalanan/ bus, sangat diliputi rasa haru yg luar biasa. Kamipun tiba di Mekkah, kota Haram. Hotel kami cukup dekat dengan Masjidil Haram. Sementara barang-barang diurus oleh petugas travel, kami berwudhu di Hotel, kami langsung memasuki Masjidil Haram, sebuah Masjid yg paling terkenal yg mungkin paling tua didunia. Saat itu saya belum merasakan pesonanya. Namun setelah melepas sandal dan memasuki Masjid, saya terdiam melihat benda hitam pekat persegi empat yg berada ditengah-tengah Masjid. Ka'bah ternyata berukuran lebih besar dari perkiraan saya. Saya menahan tangis didepan rombongan tapi tak kuasa. Dengkul saya lemas luar biasa. Sulit sekali menggambarkan pesonanya. Saya kurang tahu persis pada saat itu tapi saya percaya Iqbal, anak Pak H Tabrani yg pertama kali Umroh juga terdiam tak bersuara tak bergerak. Ia juga mengalami hal yg sama. Saya lemas dan duduk. Saya berusaha perlahan-lahan bergerak mendekat, namun semakin dekat, semakin tak kuasa menahan tangis. Akhirnya saya mulai meraung seperti anak kecil. Saya menangis sambil duduk tidak mengerti kenapa. Dan saya tahu persis saat itu saya tidak sedih. Benda itu berada ditengah-tengah Masjid, besar, besar sekali. Hitam pekat sekali. Benar-benar saya tak mengira bahwa Ka'bah berukuran sebesar itu. Saya tidak pernah berfikiran bahwa di dalamnya ada Allah sedang bersemayam. Sepintas hanya sebuah batu yg disusun dan dilapis kain hitam. Namun saya melihat sedemikian banyaknya manusia mengitarinya melakukan yg disebut tawaf. Bukankah ini bukti dari hasil kerja Muhammad. Analisa saya bermain, apakah sekian banyaknya manusia datang kesini hanya ditipu satu orang yg bernama Muhammad. Namun intuisi saya juga bermain, bahwa kegiatan ini pasti bukan baru dimulai kemarin. Kegiatan ini dilakukan pasti sejak ajaran Muhammad. Pendapat ini adalah pendapat awal saya yg kemudian di konfirmasikan beberapa hari kemudian oleh H Tabrani bahwa kegiatan ini sudah ada bahkan sejak milata Ibrahim, bapak besar berbagai bangsa yg melahirkan agama Yahudi, Nasrani (bukan Kristen) , yg kemudian juga Islam. Saya mulai tawaf putaran pertama. Sambil air mata bercucuran (tanpa malu-malu lagi sebab kanan kiri sayapun demikian) saya dibimbing H Tabrani membaca do'a-do'a putaran pertama. Posisi kami sangat dekat dengan Ka'bah dan senantiasa saya semakin merapat kedalam. Kami merasa seperti memasuki sebuah gravitasi luar biasa yg menarik ketengah. Seolah kami bergerak perlahan bersama tanpa menginjak bumi (seperti melayang), semakin rapat dan semakin pekat ketengah. Kita tak kuasa menentukan arah (kecuali sedikit), kita hanya dapat berserah diri mengikuti arus putaran itu. Sambil memegang buku do'a kecil, saya coba baca juga artinya. Disitu terdapat do'a permintaan umur panjang dan keturunan yg banyak serta soleh. Saya tanya ke H Tabrani, " Loh Pak...kok ada permintaan seperti ini ya...?. H Tabrani menjawab, "Ya memang ada, khan saya sudah katakan boleh minta apa saja". Pada tawaf putaran kedua, saya kembali membaca do'a khusus untuk putaran kedua - sambil juga melihat artinya. Agak sulit memang karena banyak jama'ah Iran berbadan besar berdo'a lantang sekali. Kadang saya tak mendengar suara H Tabrani sehingga sulit mengikuti apa yg didiktenya. Kembali saya lihat artinya, " Loh...Pak, koq disini ada permintaan terhadap rezeki yg banyak". H Tabrani pun kembali menjawab, " Ya memang boleh. Anda saja yg cuma minta petunjuk dan nggak mau minta yg lain. Minta harta boleh...habis - kalau tidak - anda mau minta ke siapa lagi kalau bukan sama Dia ". Pada tawaf putaran ketiga, saya kembali membaca do'a sambil membaca artinya. Terdapat dengan jelas disitu "Tijarotan Lantabur " yg artinya "perdagangan yg jauh dari rugi". Saya kembali bertanya dengan lebih antusias karena masalahnya erat dengan kehidupan saya yg memang bergerak di bidang ini. "Loh-loh...ini lebih aneh lagi Pak...kok boleh minta dagang agar jauh dari rugi, ini khan urusan dunia. Bagaimana kita bisa rugi - ya karena manajemen yg buruk, sedangkan bagaimana kita bisa untung ? ya dengan manajemen yg baik ? ". Akhirnya H Tabrani mulai sewot lagi, " You khan bilang waktu dipesawat, bahwa you hanya minta petunjuk, betul ndak...?" "Betul Pak ", jawab saya. " OK kalau begitu nggak usah do'a saja ..." , tegas H Tabrani. Analisa dan intuisi saya jalan lagi, dan tiba-tiba saya teringat surat Al-Fatihah, ayat 4, "Iyya ka na' budu wa iyya ka' nastaiyn". Kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami minta pertolongan. Saya fikir ini harus berlaku pada semua hal - segala hal - segala sesuatu - termasuk hal-hal duniawi seperti bisnis. Sehingga musyrik hukumnya jika kita meminta pertolongan dalam bidang bisnis kepada Kadin, Pemda, Katabelece Pejabat untuk menggoalkan proyek kita. Haram hukumnya meminta pertolongan kepada Bagian Purchasing untuk melakukan bisnis dengan kita. Permintaan tolong hanyalah kepada Allah semata. Adapun, Kadin, Pemda, Pejabat, dan bag Purchasing, hanyalah perantara. Hal ini jangan dianggap sepele, karena ini yg akan menentukan strategi manajemen perusahaan kita, apakah kita akan melakukan KKN atau melakukannya dengan pendekatan lain. Akhirnya dengan pemahaman yg seperti ini, saya kembali berdo'a dengan segala kerendahan hati. Meminta kepada yg mempunyai, memohon kepada pemilik yg sesungguhnya, meminta kepada Penguasa yg sesungguhnya, penguasa segala sesuatu, penguasa absolut. Statemen awal saya dipesawat, sekarang terbantai semua. Saya ternyata tak hanya meminta pertunjuk,tetapi saya - dengan kesadaran baru ini - juga meminta duniawi. Demikian saya melihat Rahman rohim Allah. Jika kita meminta dunia saja, Allah mungkin saja berikan, dan mungkin juga tidak. Namun jika kita meminta keridhoan akhirat - insya Allah kita juga akan mendapat dunia. Persis lagu Bimbo yg dinyanyikan Sam. Persis juga sama dengan do'a - do'a di akhir tawaf yakni fiddunia hasanah - wa fil akhiroti khasanah. Saya pun kembali berdo'a dengan lebih khusuk, dengan kesadaran baru - tanpa banyak pertanyaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3.2 Kejadian 7 &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai tawaf, kami menuju sumur zam-zam yg terletak didalam areal masjidil Haram bagian bawah. Disini saya kembali tercengang. Sebuah mata air yg hampir tak mungkin ada di daerah ini. Mekkah dapat anda lihat sebagai pegunungan batu. Masjidil Haram berada di tengah-tengah seperti lembah,sekelilingnya dapat anda temukan hanyalah bukit batu yg sangat sulit dihancurkan. Ini pula yg menyebabkan pembangunan konstruksi di kota Mekkah sangat lamban. Jangankan tumbuhan subur, kurma pun malas tumbuh disini. Ironisnya, terdapat air sumur zam-zam yg debitnya luar biasa besar yg dipompa dengan pipa-pipa sampai ke Madinah, Jeddah, Yaman, dan daerah lainnya selain untuk keperluan orang ber Hajji. Berjuta-juta orang datang setiap harinya, namun sumur ini tak pernah ada keringnya. Analisa dan rasa saya mulai jalan. Andaikan memang ada sungai bawah tanah yg mengalir dibawah Mekkah, akankah bertahan sedemikian lamanya ? Perhitungannya bukan 1400 tahun yg lalu, melainkan perhitungan dari Ibrahim. Entah berapa ribu tahun. Karena sungai bawah tanah dapat berubah alirannya hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja. Namun sumur zam-zam ini tak pernah kering dan senantiasa menyediakan air yg dibutuhkan Jamaah yg datang ke sini. Seolah olah ia ada memang untuk kebutuhan ibadah ini. Saat itu tak ada lagi dibenak saya teori kebetulan yg dahulu. Pada saat Sya'i, rukun Umroh berikutnya, saya melihat manusia banyak yg berjalan, sebahagian berlari, antara dua bukit batu, Syofa' dan Marwah. Dipisahkan oleh pembatas tengah, kami mulai melintasi area Sya'i. Sesekali saya melihat wajah cantik wanita Turki dengan hidung mancung kulit putih bulu mata boros (Saat tawaf maupun Sya'i dilarang menutup cadar muka - namun ada sebahagian mazhab melakukannya) . Kecantikannya mungkin biasa bagi orang sana, namun saya mengira pasti luar biasa untuk ukuran orang Melayu. Agak lama baru saya sadar bahwa saya mulai kurang khusyuk karena melakukan "olah raga leher". Akhirnya saya bertanya kepada H Tabrani, " Pak...koq pakai lari-lari segala sich ? ". "Begini "- jawabnya perlahan, "Dulu sewaktu Siti Khajar, isteri Nabi Ibrohim, ia berjalan sambil berlari-lari kecil mencari air antara bukit Syofa' dan bukit Marwah, sementara anaknya Ismail ditinggal sejarak tertentu dari Ka'bah. Air yg dilihatnya ternyata hanyalah fatamorgana. Sedangkan air yg sesungguhnya justru keluar didekat kaki Ismail. Dari sini saya pun semakin yakin dan menarik kesimpulan, bahwa Ka'bah bukan dibangun oleh Muhammad, melainkan Nabi Ibrohim, pendahulu untuk Musa, Isya, dan Muhammad, yg melahirkan 3 agama besar, Yahudi, Nasrani, dan Islam. Seusai Sya'i kami pun menggunting rambut, pertanda selesainya ibadah Umroh kita. Semoga Makbul. Sesampai di Hotel, kelelahan kami luar biasa. Kaki saya kering pecah-pecah. Saya belum pernah merasakan pegal-pegal seperti sekarang ini. Saya fikir, bagaimana dengan kaum wanita atau Ibu-ibu. Pasti lebih capek. Tapi kelihatannya sama aja tuch. Salah seorang jamaah haji wanita bercerita tentang anak temannya yg sekarang tinggal di Hotel Hilton Mekkah yg tak dapat menyelesaikan tawafnya karena mencret (penyakit yg lebih cepat dari pada jet). Kotoran alias tokai nya sedemikian banyaknya sehingga ia pun kewalahan. Wueeek...sangat menjijikkan kata jamaah yg lain menambahkan. Kepala rombongannyapun membawanya pulang kembali ke Hotel. Kami tak tahu bagaiman ia mengatasi problem mencretnya yg merembes sampai pakaian Ihrom, namun akhirnya semua tahu, bahwa ia mengenakan celana dalam pada pakaian ihromnya. Sesuatu yg dilarang dalam Umroh. Saya jadi teringat sewaktu H Tabrani membentak saya dalam masalah tsb. Pantas - dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3.3 Kejadian 8&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yg khusus bagi saya dalam kejadian ini. Kejadian ini terjadi pada saat saya hendak mencium batu Ka'bah. Disitu terjadi antrean yg luar biasa. Didepan saya terdapat seorang wanita muda dan cantik berpakaian Turki yg hendak mencium batu Ka'bah (sisi kiri Ka'bah, bukan Hajarul Aswad). Mungkin karena pemikiran jijiknya terhadap batu yg sudah dicium oleh jutaan manusia pada hari itu, maka ia mengeluarkan tisu, mengelap, dan menggosok bagian yg hendak diciumnya. Melihat kejadian itu, Bapak mertua saya pernah menceritakan perihal yg seperti ini berkaitan dengan gelas stainless air zam-zam untuk diminum yg menempel pada setiap keran zam-zam. Seorang Dokter, kawan Bapak mertua saya pergi Haji, merasa jijik dan mengatakannya kepada Bapak mertua saya perihal gelas stainless yg sudah diminum berjuta-juta mulut orang. Ini tidak steril katanya. Dokter itu meminum juga air zam-zam dengan perasaan jijik/geli. Keesokannya, apa yg terjadi. Mulutnya bengkak sariawan sampai ke leher. Bapak mertua saya mengingatkan akan ucapannya kemarin perihal gelas tersebut. Bapak mertua mengingatkan sang Dokter untuk meminumnya sekali lagi dengan gelas tersebut tetapi dengan perasaan yg berbeda, yakni perasaan iklas. Keesokannyapun sang Dokter sembuh dari sariawan seperti sedia kala. Wanita tersebut tetap asyik membersihkan batu Ka'bah dengan tisunya, sementara antrean sudah mulai panjang dan berdesakan. Ingin sekali saya melarangnya, namun karena nggak bisa bahasa Turki, lagian nggak lucu khan kenalan didepan Ka'bah. Ketika ia hendak mencium batu Ka' ah - mungkin setelah ia merasa bersih - desakan dari kerumunan orang dibelakang tak tertahankan hingga mendorong wanita itu pada saat ia menciumnya sehingga benturan hidung mancung dan batu tak dapat terelakkan. Ia pun selesai mencium batu Ka'bah dengan hidung mimisan (berdarah). Kuwalat atau apa ini namanya ya ? Hati yg kurang bersih ? Saya jadi teringat cerita Ka'bah di surat Al-Fiil dimana tentara Abrahah yg mengendarai Gajah pada masa itu dibuat tak berdaya oleh burung-burung Ababil. Saya semakin mengerti mekanisme ghoib. Mekanisme yg tidak kasat mata. Bahkan mekanisme ini pun abstrak tak simetris. Terjadi di kasus ini namun kadang tidak di kasus itu. Semuanya parsial-kondisional , namun saya fikir standarnya sama jika kita ukur dari perasaan hati yg dalam. Mekanisme tsb tak kan pernah dapat diukur karena sifatnya yg relatif tak pernah sama pada setiap individu. Meskipun ia bukan ada di alam fisika, namun saya yakin ia ada dan bekerja secara setimbang. Saya cenderung menyebutnya Metafisika daripada Supranatural yg lebih berbau klenik / sihir, trick sulap yg diyakini sebagai salah satu keajaiban oleh orang musyrik. Mekanisme ghoib pada alam Metafisika inipun bekerja pada kawan saya Iqbal dimana setiap harinya, sepulang kami dari sholat, ia kehilangan sandal. Bahkan sehari dapat lebih dari sekali ia kehilangan sandal. Ia mencoba berdo 'a dan bertaubat dosa apa kiranya yg telah ia buat. Namun tetap saja ia kehilangan sandal setiap harinya, hingga ia harus membawa 5 real setiap sholat guna menjaga apabila sandalnya hilang. Tahukah anda, kejadian kecil disini - dapat menimbulkan akibat besar disana. Saya ambil contoh misalnya, hilangnya sandal Iqbal, mengakibatkan ia harus membeli sandal di toko dimuka Masjid. Penjual di toko tersebut seharusnya melayani seorang calon pembeli wanita misalnya, namun karena Iqbal membeli, maka ia tidak jadi melayani wanita itu. Wanita itu pergi lebih cepat. Dalam perjalanannya pulang, ia mengalami kecelakaan mobil (miss ditabrak mobil). Seandainya Iqbal tidak kehilangan sandal, wanita tersebut mungkin akan 10 menit lebih lama untuk jalan pulang, yg tentu saja tak mengakibatkan ia mengalami kecelakaan. Bukan disitu saja, sang suami wanita tadi (yg katakan seorang jenderal), yg seharusnya berangkat melakukan perjalanan luar negeri guna menandatangani sebuah kesepakatan perang, membatalkan rencananya, sehingga kesepakatan serangan atau perang tadi ditangguhkan. Hilangnya sandal seorang Iqbal, dapat mengakibatkan tercegahnya sebuah rencana perang atau penyerbuan. Ini contoh ekstreem yg memang hanya teori main-main, tetapi saya yakin bahwa semua ini ada mekanismenya dan jangan coba-coba untuk mengurainya, karena ia terlalu abstrak dan hanya tunduk patuh pada sang Maha Penguasa. Penguasa alam fisika dan non fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3.4 Kejadian 9&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam besok adalah malam terakhir saya di Mekkah, oleh karenanya saya minta kepada Tour guide untuk mengantar saya ke Goa Hira' pagi-pagi sekali. Tak ada anggota rombongan yg mau ikut. Tidak juga H Tabrani maupun Iqbal anaknya. " OK, nggak apa-apa, saya tetap mau berangkat sendiri", tegas saya kepada Tour guide. Jadi biaya travel maupun biaya Tour guide saya tanggung sendirian. Kamipun merencanakannya. Paginya seusai sholat Shubuh, saya berkemas bersiap berangkat, dengan tas ransel dan sepatu sport. Dengan menggunakan taksi, kami tiba dikaki bukit Gua Hira'. Perjalanan sampai kepuncak memakan waktu kurang lebih satu jam. Terbayang oleh saya ketika Nabi pulang pergi setiap harinya sampai ke puncak. Gua Hira' ternyata sangat kecil. Lebih mirip dua batu yg saling bersandar daripada sebuah Gua. Ditemani Tour guide, saya sujud ditempat Nabi Muhammad duduk menyendiri 1422 tahun yg lalu. Dalam sujud saya bicara dalam hati, "Ya Malaikat Jibril, kenapa koq Nabi Muhammad diberi wahyu, kenapa saya tidak ?". "Kenapa Nabi Muhammad dapat berjumpa denganmu, kenapa saya tidak ?" Tanpa sholat dan do'a, tanpa meratap ke gua apalagi membuang sesaji (hanya sujud dan berkata dalam hati seperti diatas saja), kami pulang menuruni bukit. Saya pun membahas pertanyaan saya di dalam hati tadi kepada Tour guide. Saya juga sering menyendiri di Villa, menyendiri di kaki bukit G.gede, tetapi kenapa tak pernah datang yg namanya Jibril. Saya jadi ingat cerita-cerita para sufi yg mempelajari hakekat sehingga pergi kegunung-gunung menyendiri, lepas dari hubungan sosial, serta tak mempedulikan situasi dan kondisi diri. Apakah tindakan Nabi Muhammad pada kala itu seperti para sufi tsb ? Pertanyaan inipun saya simpan kembali tanpa tahu jawabannya. Esok hari terakhir, hari dimana saya mesti melakukan tawaf wada', tawaf terakhir/ tawaf perpisahan dengan Ka'bah. Saya tidur cepat setelah sholat Isya". Subuh dini hari saya bangun, ketika saya hendak menggosok gigi, saya tiba-tiba tersadar, "Subhanalloh, tadi malam saya bermimpi bertemu Jibril" . Buru-buru saya ketok kamar H Tabrani. Saya bangunkan ia, dan saya ceritakan mimpi saya. "Bagaimana ceritera mimpinya ?", H Tabrani bertanya. "Begini Pak, sesuatu berbentuk manusia dengan peci hitam datang kepada saya. Saya bertanya siapa anda ? Ia menjawab saya Jibril, kemudian ia mengajak saya untuk ikut. Saya berjalan mengikutinya, dan tiba-tiba kami tiba di sebuah Masjid. Didalam mimpi saya Jibril berkata, " ini Masjidil Aqsa". "Disini terdapat salah satu keajaiban yg anda cari". H Tabrani pernah melawat ke Masjidil Aqsa'. H Tabrani berfikir sejenak, kemudian ia menjawab, mungkin yg dimaksud adalah "The Dome of the Rock. Sebuah batu yg berada tepat ditengah Masjid ". "Aneh memang batu itu. Ia menggantung, dan berada tepat ditengah-tengah Masjid, kami semua juga nggak ngerti kenapa begitu". Terus bagaimana tanya H Tabrani. Terus Jibril bilang begini Pak, "Tolong Masjid ini dipelihara". H Tabrani menepak kepala "Waduh...repot ini". "Kenapa Pak?", tanya saya. "Masjid itu dikuasai Yahudi. You Nggak bisa keluar masuk seenaknya". "You sholat dibatasi disana, Cuma 5 menit ". "Wah saya nggak bisa jelasin artinya ". "Tapi yg jelas, saya yakin you adalah orang yg disayang Allah". "Subhanalloh" . Saya sudah berumur 63 thn, tapi saya belum pernah mimpi bertemu Jibril, tapi you...you... luar biasa". saya juga tidak mengerti sampai sekarang arti mimpi saya, dimana saya tidur diMekkah, bermimpi dibawa seseorang yg berkata sebagai Malaikat Jibril, yg kemudian membawa saya ke Masjidil Aqsa' di Palestin. Saya jadi merinding. Saya takut sendiri dengan kejadian-kejadian yg saya alami. Saya takut untuk berbuat macam-macam. Saya mengalami semua ini dalam perjalanan ke Mekkah. Kesadaran saya seperti sekarang ini amat saya syukuri, namun yg paling saya takuti, adalah deviasinya, perubahannya apabila saya tidak menjaganya. Apa yg akan terjadi nanti ditanah air. Saya harus menghadapi dunia nyata yg penuh dengan godaan. Tidak seperti waktu di Mekkah, dimana fikiran, jiwa dan raga kita bisa khusuk serta kita jaga kebersihannya. Dari perjalanan ini, tidak semua kejadian saya ceritakan, hanya yg saya anggap penting saja, namun sebenarnya, kejadian kecil lainnya yg merujuk kepada hidayah yg tidak saya ceritakan karena terlalu panjang banyak saya alami, namun saya mempunyai beberapa kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;1. Allah itu benar adanya yg menciptakan segala sesuatu.&lt;br /&gt;2. Wahyu Allah turun pada setiap kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;3. Wahyu Allah juga turun kepada Muhammad yg diutus sebagai Rasulnya.&lt;br /&gt;4. Allah tidak punya banat/sarikat/ kompetitor.&lt;br /&gt;5. Allah menurunkan Wahyunya kepada Muhammad yg kemudian dibakukan dalam bentuk kitab yg bernama Al-Qur'an.&lt;br /&gt;6. Al-Qur'an adalah statemen dari Allah yg didalamnya berisikan petunjuk bagi manusia yg ingin berserah diri kepadanya.&lt;br /&gt;7. Al-Qur'an bukan buatan Muhammad atau ideologi Muhammad.&lt;br /&gt;8. Haji dan Umroh penting adanya dan bukan bisa-bisanya Muhammad. Biaya yg demikian mahal, sebanding bahkan melebihi hasil yg kita dapat dari perjalanannya.&lt;br /&gt;9. Daging Babi, darah, Alkohol, Judi, Zinah, dan perbuatan maksiat lainnya adalah haram hukumnya. Tak perlu dianalisa secara metode ilmiah, karena justifikasinya akan selalu ditemukan manusia guna menghalalkannya, namun demikian, coba fikirkan dengan instrument rasa/intuisi dari hati yg dalam, bermanfaatkah jika dilakukan.&lt;br /&gt;10. Kita manusia adalah manusia yg paling istimewa, karena kita mempunyai 2 pilihan, berserah diri kpd kemauan Pencipta, atau berserah diri kepada kemauan kita sendiri.&lt;br /&gt;11. Ada mekanisme Ghoib yg tidak kelihatan, yg memberikan balasan positif apabila kita berbuat positif, dan berbalas negatif apabila kita berbuat negatif pula.&lt;br /&gt;12. Mekanisme Ghoib, berlaku pada orang-orang yg dicintai Allah, namun bagi yg sudah kelewatan, ia akan dibiarkan, karena Allah menegur dengan sapaan hirarki. Peringatan pertama mungkin dengan mencolek, jika ia tak mau, Allah peringati ia dengan menepak, jika ia tak juga sadar Allah peringati ia dengan menempeleng keras, namun jika ditempeleng keras ia tetap dableg dengan perbuatan negatifnya, Allah akan membiarkannya, karena hanya hari akhir setelah matinya yg akan membalasnya kekal abadi di Neraka Jahanam.&lt;br /&gt;13. Mekkah dan Madinah bukan tanah suci (seperti yg saya duga sebelumnya pada tulisan Muhammad punya bisa ), melainkan tanah Haram, daerah dimana diharamkan bagi siapa saja berbuat kerusakan, dan itupun hanya pada batas-batas tertentu yg sudah diberi patok/tanda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-3356340598400295284?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/3356340598400295284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=3356340598400295284' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3356340598400295284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3356340598400295284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/bahan-bacaan-dan-cernaan-otak-kiri-dan.html' title='Bahan Bacaan dan Cernaan Otak Kiri dan Kanan.'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-6391864597235495916</id><published>2008-05-17T23:29:00.003+07:00</published><updated>2008-05-17T23:37:07.826+07:00</updated><title type='text'>Bukti Tuhan itu Ada</title><content type='html'>Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama.&lt;br /&gt;Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Tuhan itu ada?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?” &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Begitu orang alim itu berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Orang banyak pun tertawa riuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; kata si Atheist. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Begitu si Atheist mengaduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Alim bertanya, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Ini sakitnya di sini,”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Si Alim bertanya ke orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak berkata,&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; “Tidak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Demikian si Alim berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?”  [Al Waaqi’ah:63-64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-6391864597235495916?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/6391864597235495916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=6391864597235495916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/6391864597235495916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/6391864597235495916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/bukti-tuhan-itu-ada.html' title='Bukti Tuhan itu Ada'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2567891437833964592</id><published>2008-05-17T12:38:00.001+07:00</published><updated>2008-05-17T12:40:27.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi/Inspirasi'/><title type='text'>BOSS dan Pemimpin</title><content type='html'>Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss.&lt;br /&gt;H Gordon Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi seorang 'Pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss mempekerjakan bawahannya;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss menimbulkan ketakutan;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss mengatakan 'aku';&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan&lt;br /&gt;'Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss menuntut rasa hormat;&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang boss berkata, 'Pergi!';&lt;br /&gt;Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2567891437833964592?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2567891437833964592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2567891437833964592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2567891437833964592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2567891437833964592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/boss-dan-pemimpin.html' title='BOSS dan Pemimpin'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2017750738089909331</id><published>2008-05-17T12:31:00.001+07:00</published><updated>2008-05-17T12:33:35.540+07:00</updated><title type='text'>Saya Belajar...</title><content type='html'>Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya serta orang yang begitu perhatian pada saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya, dan untuk itu saya harus memaafkannya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan oranglain...., kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi..., adalah mereka yang sering segera diambil dari kehidupan saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Love doesn't make the world go round. Love is what makes the ride worth while.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Sumber : (diterjemahan dari majalah People Asia)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2017750738089909331?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2017750738089909331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2017750738089909331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2017750738089909331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2017750738089909331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/saya-belajar.html' title='Saya Belajar...'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-1828084257753111837</id><published>2008-05-17T12:09:00.005+07:00</published><updated>2008-05-17T12:18:21.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>LOWONGAN DI SURGA &amp; NERAKA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Penghuni Surga&lt;br /&gt;B. Penghuni Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SYARAT-SYARAT PELAMAR:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan ijazah&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.&lt;br /&gt;- Tidak perlu bawa harta&lt;br /&gt;- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.&lt;br /&gt;- Cukup membawa dokumen asli dari ibadah dan amal karya Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WAKTU WAWANCARA :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-Wawancara tahap 1:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang2 yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-Wawancara tahap 2 :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktunya ditentukan oleh OWNER LOKASI DAN LAMA WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wawancara tahap I&lt;/em&gt;, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wawancara tahap II,&lt;/em&gt; dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.&lt;br /&gt;Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabann ya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabann ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEWAWANCARA:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang OWNER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa Tuhanmu ?&lt;br /&gt;2. Apa agamamu ?&lt;br /&gt;3. Siapa nabimu?&lt;br /&gt;4. Apa kitabmu?&lt;br /&gt;5. Dimana kiblatmu ?&lt;br /&gt;6. Siapa saudaramu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CARA MELAMAR:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BENARKAH LOWONGAN INI ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui,apalagi mengenai akhirat.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan di langit(berkriut- kriut), langit sedemikian padatnya,tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun krn langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan" ( HR Tirmidzi &amp;amp; Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini dan bergelimang dalam alam pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UNTUK POSISI A (PENGHUNI SORGA) DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Surga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :&lt;br /&gt;1. Nikmat kubur.&lt;br /&gt;2. Jaminan perlindungan di PadangMahsyar.&lt;br /&gt;3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah 'merasakan' ridha Allah dan kesempatan merasakan 'wajah' Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia,yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UNTUK POSISI B (PENGHUNI NERAKA) DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan apiunggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega. Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segeramati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan" (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda,"Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat"(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan" (Abu Daud, Ibn Hanbal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat. Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun,yaitu :&lt;br /&gt;1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan 'hidup' dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.&lt;br /&gt;2. Training outdoor dilakukan di padangMahsyar selama ribuan tahun,dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa.Bapak, ibu,anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;MAU MELAMAR KE POSISI B ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;Mudah saja, hiduplah sesuka anda...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-1828084257753111837?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/1828084257753111837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=1828084257753111837' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1828084257753111837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1828084257753111837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/lowongan-di-surga-neraka.html' title='LOWONGAN DI SURGA &amp; NERAKA'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-3634796875198807161</id><published>2008-05-16T23:21:00.002+07:00</published><updated>2008-05-16T23:29:33.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bingkisan dari Lubuk Hati</title><content type='html'>Ada ratusan toko berjajar dikota ini. Didalamnya terpajang ribuan bahkan jutaan barang menarik untuk dibawa pulang. Anda hanya perlu sedikit kelapangan hati untuk membeli sebuah produk sederhana, mengemasnya secara hati-hati, menyisipkan secarik ucapan, dan memberinya sebagai bingkisan pada rekan kerja sekantor yang telah menjalin kerja baik selama ini. Bukan soal berapa uang yang harus anda belanjakan, namun seberapa panjang hubungan yang ingin anda rajut dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan bingkisan sebagai tanda penghargaan dan terimakasih pada rekan kerja anda. Anda mungkin tak mampu menjadi rekan yang baik, atau bukan teman bicara yang mengerti keluh kesah sahabat. Anda mungkin bukan pemimpin yang baik, yang belum bisa menyediakan lingkungan kerja yang menyenangkan, atau memberikan upah yang mencukupi seluruh kebutuhan mereka, namun anda bisa berikan sekotak bingkisan dari lubuk hati anda. Percayalah, sesuatu yang berasal dari hati akan selalu singgah dihati pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-3634796875198807161?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/3634796875198807161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=3634796875198807161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3634796875198807161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3634796875198807161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/bingkisan-dari-lubuk-hati.html' title='Bingkisan dari Lubuk Hati'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2521303184991852963</id><published>2008-05-16T23:03:00.004+07:00</published><updated>2008-05-16T23:09:40.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi/Inspirasi'/><title type='text'>Surat Sayang dari Allah SWT</title><content type='html'>Saat kau bangun pagi hari,&lt;br /&gt;AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU,&lt;br /&gt;walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja …….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,&lt;br /&gt;AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,&lt;br /&gt;tetapi engkau terlalu sibuk ………&lt;br /&gt;Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu.&lt;br /&gt;AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKUmenanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling,&lt;br /&gt;mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.&lt;br /&gt;Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,&lt;br /&gt;tetapi engkau tidak melakukannya …….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU,&lt;br /&gt;meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.&lt;br /&gt;Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU ………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut.&lt;br /&gt;Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.&lt;br /&gt;AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.&lt;br /&gt;AKU sangat menyayangimu,&lt;br /&gt;setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU……..&lt;br /&gt;Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba …… tak juga kau menyapaKU.&lt;br /&gt;Subuh …….. Dzuhur ……. Ashyar ……….Magrib ……… Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU …..tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salahKU padamu …… wahai UmmatKU?????&lt;br /&gt;Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU …………!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU …… Yang selalu menyertaimu setiap saat ……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang2yang kita sayangi???&lt;br /&gt;Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2521303184991852963?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2521303184991852963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2521303184991852963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2521303184991852963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2521303184991852963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/surat-sayang-dari-allah-swt.html' title='Surat Sayang dari Allah SWT'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-1065620765876200467</id><published>2008-05-12T22:16:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T22:23:13.057+07:00</updated><title type='text'>Surat Buat Mama</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Mamaku sayang, aku mau cerita sama mama. Tapi ceritanya pake surat ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kan, mama sibuk, capek, pulang udah malem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo aku banyak ngomong nanti mama marah kayak kemarin itu, aku jadinya takut dan nangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo pake surat kan mama bisa sambil tiduran bacanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo ngga sempet baca malem ini bisa disimpen sampe besok, pokoknya bisa dibaca kapan aja deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Boleh juga suratnya dibawa ke kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ma, boleh ngga aku minta ganti mbak? Mbak Jum sekarang suka galak, Ma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo aku ngga mau makan, piringnya dibanting di depan aku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo siang aku disuruh tidur melulu, ngga boleh main, padahal mbak kerjanya cuman nonton TV aja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bukannya dulu kata mama mbak itu gunanya buat nemenin aku main?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Trus aku pernah liat mbak lagi ngobrol sama tukang roti di teras depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Padahal kata mama kan ngga boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo aku bilang gitu sama mbak, mbak marah banget dan katanya kalo diaduin sama mama dia mau berhenti kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo dia berhenti berarti nanti mama repot ya? Nanti mama ngga bisa kerja ya?Nanti ngga ada yang jagain aku di rumah ya?Kalo gitu susah ya, ma?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Mbak ngga diganti ngga apa-apa tapi mama bilangin dong jangan galak sama aku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ma,bisa ngga hari Kamis sore mama nganter aku ke lomba nari Bali? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Pak Husin sih selalu nganterin, tapi kan dia cowok, ma. Ntar yang dandanin aku siapa? Mbak Jum ngga ngerti dandan. Ntar aku kayak lenong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kalo mama kan kalo dandan cantik. Temen-temen aku yang nganterin juga mamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Waktu lomba gambar minggu lalu Pak Husin yang nganter; tiap ada lomba Pak Husin juga yang nganter. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Bosen, ma.Lagian aku pingin ngasi liat sama temen-temenku kalo mamaku itu cantik banget, aku kan bangga, ma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Temen-temen tuh ngga pernah liat mama.Pernah sih liat, tapi itu tahun lalu pas aku baru masuk SD, kan mereka jadinya udah lupa tampangnya mama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ma, hadiah ulang tahun mulai tahun ini ngga usah dibeliin deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Uangnya mama tabungin aja. Trus aku ngga usah dibeliin baju sama mainan mahal lagi deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Uangnya mama tabung aja. Kalo uang mama udah banyak, kan mama ngga usah kerja lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Nah, itu baru sip namanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lagian mainanku udah banyak dan lebih asyik main sama mama kali ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Udah dulu ya, ma. Udah ngantuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;I love you Mom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;------------ --------- ---------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Kadang uang mengalahkan semuanya,semua yang ada di hidup kita dengan dalih memenuhi kebutuhan hidup.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Tahu kah anda...saat kita tua dan pensiun...atau saat kita meninggal...perusahaan memiliki ratusan, bahkan ribuan orang untuk menggantikan kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Tapi sadarkan kita...tidak ada satu pun yang bisa menggantikan kita di hati, pikiran dan ingatan anak kita tercinta yang ada di rumah...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;SUDAHKAH KITA MEMIKIRKANNYA?---------&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-1065620765876200467?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/1065620765876200467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=1065620765876200467' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1065620765876200467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1065620765876200467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/surat-buat-mama.html' title='Surat Buat Mama'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-5215192679014958069</id><published>2008-05-12T22:04:00.004+07:00</published><updated>2008-05-12T22:10:24.562+07:00</updated><title type='text'>Mencari Malaikat</title><content type='html'>Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya kepada Tuhan:"Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menjawab: "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi di sini, di dalam surga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mendengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mungkin akan mengancam jiwanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malaikat akan menceritakan kepadamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu akan memanggil malaikatmu, &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;IBU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-5215192679014958069?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/5215192679014958069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=5215192679014958069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/5215192679014958069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/5215192679014958069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/mencari-malaikat.html' title='Mencari Malaikat'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-3010690552350085276</id><published>2008-05-12T21:49:00.006+07:00</published><updated>2008-05-12T22:45:07.493+07:00</updated><title type='text'>Ijinkan aku mencintaiMu semampuku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tuhanku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;untai demi untai kata para ustadz kuresapi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tentang cinta para nabi, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;tentang kasih para sahabat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;tentang muhabbah orang shalih, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;tentang kerinduan para syuhada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Tapi Rabbi…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku makin merasakan gelisahku memadai dalam cita yang mengawang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;sedang kakiku mengambang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dengan segala kelemahanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ilaahi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu,melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;atas derita batin dan jasadku,atas sakit dan ketakutanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Rabbii,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-500 perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Illahi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu,hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Karena itu Ya Allah, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Rabbii,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih atau bagai para al hafidz dan hafidzah yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perkenankanlah aku mencintai-Mu,melalui satu - dua rakaat sholat lailku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;atau sekedar sunnah nafilahku,selembar dua lembar tilawah harianku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Yaa Rahiim,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada,yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu,dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Allahu Kariim,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Dengan mencintai sahabat-sahabatku,mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu,dengan mencintai manusia dan alam semesta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-3010690552350085276?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/3010690552350085276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=3010690552350085276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3010690552350085276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3010690552350085276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/ijinkan-aku-mencintaimu-semampuku.html' title='Ijinkan aku mencintaiMu semampuku'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-4503027222610503209</id><published>2008-05-11T21:24:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T08:27:55.434+07:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Perjuangan</title><content type='html'>Ada sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangannya. Pada suatu ketika seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Gembira hati orang tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu. Namun, kupu-kupu tadi mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.&lt;br /&gt;Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut kalau kita renungi kadang-kadang yang namanya perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan dan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang“. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan bijak lainnya dari pujangga terdahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon Kekuatan…&lt;br /&gt;Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kebijakan…&lt;br /&gt;Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon kemakmuran…&lt;br /&gt;Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon Keteguhan Hati…&lt;br /&gt;Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memohon Cinta…&lt;br /&gt;Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati…&lt;br /&gt;Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Tuhan membimbing Kita.&lt;br /&gt;Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?&lt;br /&gt;Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri…&lt;br /&gt;Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah karena kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan,seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu,karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk masa-masa sulit,karena di masa itulah kamu tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk keterbatasanmu,karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hidup adalah perjuangan, di sanalah kita juga butuh pengorbanan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-4503027222610503209?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/4503027222610503209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=4503027222610503209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/4503027222610503209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/4503027222610503209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/hidup-adalah-perjuangan.html' title='Hidup adalah Perjuangan'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-9157327448920690953</id><published>2008-05-11T20:59:00.003+07:00</published><updated>2008-05-11T21:07:01.415+07:00</updated><title type='text'>Persahabatan dan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCb9ZurTumI/AAAAAAAAADs/-XtziDnqM3w/s1600-h/Tangan1+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199121438314052194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCb9ZurTumI/AAAAAAAAADs/-XtziDnqM3w/s320/Tangan1+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mampukah kita membayangkan persahabatan tanpa cinta?...Persahabatan dan cinta adalah teman terbaik, karena di mana ada cinta....persahabatan selalu ada di sampingnya. Dan di mana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan.Pada suatu hari persahabatan mulai berpikir bahwa cinta tlah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena persahabatan mengganggap cinta lebih menarik dari pada dirinya. Hmm.....seandainya tidak ada cinta mungkin aku lebih terkenal, dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku' begitu pikir persahabatan. Sejak hari itu persahabatan memusuhi cinta. Ketika cinta mulai bermain bersama persahabatan selalu seperti akan menjauhi cinta. Apabla cintabertanya kenapa persahabatan menjauhi dirinya....persahabatan hanya memalingkan wajah dan menghindar meninggalkan cinta. Kesedihan pun menghampiri cinta,dan cinta tidak sanggup menahan air matanya lalu menangis tersedu-sedu. Kesedihan hanya termangu memandang cinta yang kehilangan teman baiknya. Beberapa hari tanpa cinta, persahabatan mulai bergaul dengan kecewa, putus asa,kemarahan dan kebencian. Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya, dan orang-orang mulai tidak menyukai persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak disukai lagi. Walaupun persahabatan cantik, tetapi sifatnya mulai memuakkan. Persahabatan menyadari dirinya bahwa tidak lagi di sukai lantaran banyak orang yg menjauhi dirinya ...persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah kesedihan melihat persahabatan....lalu menyampaikan kepada cinta bahwa persahabatan dalam kedukaan. Dengan segera cinta berlari dan menghampiri persahabatan. Saat persahabatan melihat cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yg berlinang persahabatan pun meluapkan seribu penyesalannya meninggalkancinta. Akhirnya......persahabatan dan cinta kembali menjadi teman baik, persahabatan kembali menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta pun kembali tersenyum ceria. Semua orang akhirnya melihat kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugrah dalam kehidupan.Moral ,Mampukah persahabatan tanpa cinta?&lt;br /&gt;Mampukah cinta tanpa persahabatan??Sering kali kita temui banyak orang memisahkan persahabatan dan cinta karena mereka berpikir'&lt;br /&gt;kalau persahabatan sudah diselami dengan cinta, pasti akan menjadi sulit'&lt;br /&gt;Terutama bagi mereka yg menjalin persahabatan antara lelaki dan wanita.&lt;br /&gt;Persahabatan merupakan bentuk hubungan yg indah antara manusia, di manacinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai persahabatan.&lt;br /&gt;Tanpa cinta, persahabatan mungkin akan di isi dengan kecewa,benci, marah, egois dan berbagai hal yg membuat persahabatan tidak lagi indah.Berhentilah membuat batas antara cinta dan persahabatan,&lt;br /&gt;biarkanlah mereka tetap menjadi teman baik, yang harus di luruskan adalah cinta bukanlah perusak persahabatan. Cinta memperindah persahabatan kita. sering kali cinta cuman dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. Salah besar!! seharusnya dengan adanya cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan. Teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan cinta! tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta,karena cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.Teman-teman yg belum mengerti arti persahabatan ....cobalah memulai sebuah persahabatan, karena dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti. bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi dengan keinginan kita. Teman-teman yang sedang kecewa dengan persahabatan, renungkanlah.......'&lt;br /&gt;Apakah saya sudah menjalani persahabatan dengan benar' dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yg baik akan kita temui dalam persahabatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-9157327448920690953?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/9157327448920690953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=9157327448920690953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/9157327448920690953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/9157327448920690953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/persahabatan-dan-cinta.html' title='Persahabatan dan Cinta'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCb9ZurTumI/AAAAAAAAADs/-XtziDnqM3w/s72-c/Tangan1+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-8237783410514885164</id><published>2008-05-11T20:50:00.003+07:00</published><updated>2008-05-11T20:53:30.892+07:00</updated><title type='text'>Persahabatan</title><content type='html'>Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.&lt;br /&gt;Dan dia menjawab: Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.&lt;br /&gt;Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.&lt;br /&gt;Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.&lt;br /&gt;Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.&lt;br /&gt;~ Khalil Gibran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-8237783410514885164?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/8237783410514885164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=8237783410514885164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8237783410514885164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8237783410514885164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/persahabatan-khalil-gibran.html' title='Persahabatan'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-8863179747411190132</id><published>2008-05-11T16:27:00.039+07:00</published><updated>2008-05-12T10:01:59.612+07:00</updated><title type='text'>Met Menunaikan Ibadah Umroh ya ik..</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCbFsOrTueI/AAAAAAAAACs/aElR9T-paMQ/s1600-h/Hj+Aik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199060183490476514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 152px; CURSOR: hand; HEIGHT: 186px" height="163" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCbFsOrTueI/AAAAAAAAACs/aElR9T-paMQ/s200/Hj+Aik.jpg" width="123" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu sahabatku Aik tgl 5 Mei 2008 kemaren berangkat umroh. Aku jadi inget waktu pertama kali aku ketemu dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ketemu waktu kami sama-sama berangkat Haji tahun 2005 kemaren. Kebetulan kami dalam satu biro perjalanan haji yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau tuh.. Mulai manasik, berangkat &amp;amp; nyampe mekkahpun gak buat aku kenal ato tau wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari di Mekkah tetep aja gak buat aku familiar ama wajah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi sifat cuek-ku kebawa sampai Mekkah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah... Ampuni aku ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ketemu pertama kali sama dia waktu kita di Madinah. Kebetulan kami sekamar bersama 2 orang lainnya. Yang satunya bu Dokter &amp;amp; yang satu Ibu Jaksa. Wah..wah.. jadi minder nih.. Lha aku kan cuman Ibu Rumah Tangga. Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, bersyukur banget akhirnya aku dapat juga temen sekamar dari Surabaya..&lt;br /&gt;Lha mulai dateng sampai Madinah, aku kenalnya ama jamaah dari Semarang melulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama ketemu sih perasaan biasa2 aja.. Lha kita meskipun satu kamar, kalo berangkat &amp;amp; pulang mesjid gak pernah bareng. Dia biasanya berangkat duluan.. Lha aku sama temen satu kamar yang namanya mbak Aimarossa berangkat selalu mepet2. Kalo subuh, pasti gak kebagian tempat di dalam mesjid. Waduh... Halaman masjid Nabawi kalo subuh dingin &amp;amp; anginnya kenceng bangeet...&lt;br /&gt;Kena angin pagi perut jadi kembung &amp;amp; pingin buang gas terus.. Hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gak tau persis, mulai kapan kita jadi deket. Yang jelas, semangatnya untuk ibadah membuat aku salut banget sama dia. Selain salut, benernya juga agak minder sih.. lha dia ibadahnya kuat banget tuh. Lha aku, badannya meskipun gede tapi bawaannya Jakon (jaga kondisi) melulu.. hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku inget banget, dia tuh kalo berangkat ke mesjid mulai pagi &amp;amp; pulang baru sore.. Waduh, doa apa aja ya dia..??? Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dari Madinah lanjut ke Arafah, Aziziah &amp;amp; Mina kami mulai sering bareng. Oh iya, selain kami, ada juga satu lagi temen deket kami waktu itu. Namanya mbak Mella. Dia dari Probolinggo. Wis, sejak itu kami maupun suami2 kami jadi deket. Kita ngerasain pengalaman yang gak bakal terlupakan. Mulai Mobat-Mabit Mina Aziziah, sampai ngalamin Nyasar Sani bareng2 dari Mekkah ke Aziziah.&lt;br /&gt;Wis, pokoknya seru banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, persahabatan kami berlanjut sampai pulang haji dan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak terasa udah hampir 3 tahun kami bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, sahabat2 Aikpun jadi sahabatku juga. Mereka bener2 temen yang menyenangkan. Aku merasa, bahwa itulah salah satu anugrah yang aku dapat sepulang aku haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199320595947567730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCeyiOrTunI/AAAAAAAAAD0/0y_xvdGYyHo/s400/Edit+Banana+Leaf+copy+for+blog+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... Terima kasih ya Allah..&lt;br /&gt;Nikmat mana lagi dariMu yang bisa aku dustakan..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini sahabatku Aik berangkat umroh bareng ama Bapak &amp;amp; kakaknya. Kalo gak salah, ini keberangkatan umrohnya yang ke 3, selain ibadah hajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah.. jadi ngiri nih.. Pingin juga berangkat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... panggil aku lagi Ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah kangen nih.. pingin datang lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ik, panggil namaku &amp;amp; keluarga ya..&lt;br /&gt;Mudah2an aku cepet segera nyusul...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Terima kasih udah Engkau beri sahabat2 yang begitu baik&lt;br /&gt;Mudah2an dengan RidhoMu, persabahatan kami bisa selamanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Amin Allahumma Amin...&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-8863179747411190132?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/8863179747411190132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=8863179747411190132' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8863179747411190132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/8863179747411190132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/met-menunaikan-ibadah-umroh-ya-ik.html' title='Met Menunaikan Ibadah Umroh ya ik..'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SCbFsOrTueI/AAAAAAAAACs/aElR9T-paMQ/s72-c/Hj+Aik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-1501069223167175583</id><published>2008-05-11T15:22:00.002+07:00</published><updated>2008-05-11T15:26:46.954+07:00</updated><title type='text'>Kisah si Pingin Kaya dan si Penikmat Kehidupan</title><content type='html'>Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untukmengambil dan menikmati kelezatan mereka.Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangatbanyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka iamemacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembahpermen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulahbatas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat?Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiammendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu,"Permennya saya lupa makan!"Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop."Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapikamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanyaBob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indahsekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyakmenceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ialewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dantidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibukmemasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu haldan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentangberapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimanasaya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalamhati, "Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipopsudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kitamenjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapilupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya merekamenjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudahmenikah... nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saatsuami saya lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semuaimpian saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "Pemikiran ¡nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat¡sekarang'. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkantentang masa ¡nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut,ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untukmasa ¡nanti' bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapirasanya tidak pernah sampai di masa ¡nanti' bahagia itu. Ritme hidup yangsangat cepat... target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidakpernah terasa memuaskan dan membahagiakan.Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kitaduduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kitamendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersamakeluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan berasdalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadarisetiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadaribegitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kitaakan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebihdamai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-1501069223167175583?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/1501069223167175583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=1501069223167175583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1501069223167175583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1501069223167175583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/kisah-si-pingin-kaya-dan-si-penikmat.html' title='Kisah si Pingin Kaya dan si Penikmat Kehidupan'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-3615881909376628717</id><published>2008-05-10T23:05:00.008+07:00</published><updated>2008-05-18T11:07:42.833+07:00</updated><title type='text'>KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA</title><content type='html'>Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi(1949-2007)&lt;br /&gt;di majalah sastra HORISON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Krismansyah Rahadi(1949 - 2007):&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Taufiq Ismail&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa.Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan,dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul.Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapikalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maafya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Alyaumanakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhaduarjuluhum bimaa kaanu yaksibuun"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; saya berhenti. Maknanya, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, Alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidakbiasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ?Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat,lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan,betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malamsaya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasinayat 65..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saatmenyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang seringkali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam distudio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan dudukdengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri! Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisaditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya.Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luar biasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadidengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, danpada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahansedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagutersebut.* * *Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja.Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah,mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ' kan ?"Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau sayaberkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, sayapun senang.* * *Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini,tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebarbaginya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;#Ketika Tangan dan Kaki Berkata&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lirik: Taufiq Ismail&lt;br /&gt;Lagu: Chrisye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang hari&lt;br /&gt;mulut dikunci&lt;br /&gt;Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;Akan tiba masa&lt;br /&gt;tak ada suara&lt;br /&gt;Dari mulut kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata tangan kita&lt;br /&gt;Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;Berkata kaki kita&lt;br /&gt;Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu kita&lt;br /&gt;bila harinya&lt;br /&gt;Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;Rabbana&lt;br /&gt;Tangan kami&lt;br /&gt;Kaki kami&lt;br /&gt;Mulut kami&lt;br /&gt;Mata hati kami&lt;br /&gt;Luruskanlah&lt;br /&gt;Kukuhkanlah&lt;br /&gt;Di jalan cahaya.... sempurna&lt;br /&gt;Mohon karunia&lt;br /&gt;Kepada kami&lt;br /&gt;HambaMu yang hina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mo dengerin lagunya?? Klik dibawah ini ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=cNsURlMA-dg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=cNsURlMA-dg&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-3615881909376628717?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/3615881909376628717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=3615881909376628717' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3615881909376628717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3615881909376628717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/ketika-mulut-tak-lagi-berkata.html' title='KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-3153299606389536226</id><published>2008-05-09T06:01:00.003+07:00</published><updated>2008-05-09T06:10:41.906+07:00</updated><title type='text'>Kata-Kata Mutiara</title><content type='html'>-Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;-Saidina Ali bin Abi Talib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-Kecantikan bukan terletak pada pakaian yang dipakai tetapi ia bergantung kepada keelokan akhlak dan budi pekerti. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;- Saidina Ali bin Abi Thalib&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-Saidina Abu Bakar As-Siddiq&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Alangkah buruknya kepapaan, kalau aku mengadu aku malu, kalau aku berdiam diri aku binasa &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-Saidina Ali bin Abi Talib&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jangan berkawan dgn orang yang tamak kerana pada zahirnya ia ingin membahagiakanmu tapi hakikatnya dia akan mencelakan . Jauhilah berteman dengan pembohong kerana ia boleh menjadikan orang yang dekat lari daripadamu dan sebaliknya .Janganlah berkawan dengan orang yang bakhil kerana ia akan melupaimu di waktu kamu sangat memerlukannya dan jauhilah bersahabat dengan orang yang suka berbuat jahat kerana ia tidak malu untuk menjualmu dengan harga yang sangat murah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;- Saidina Ali bin Abi Thalib&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Hanya lidah yang mahu berdusta dan berbohong. Namun pandangan mata, hayunan kedua belah tangan, langkah kedua belah kaki dan pergerakan tubuh atau seluruh anggota badan akan menafikan apa yang diucapkan oleh lidah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;-Khalifah Ali bin Abi Talib&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jangan engkau percaya melihat kegagahan seorang lelaki. Tetapi jika mereka teguh memegang amanah dan menahan tangannya daripada menganiayai sesamanya, itulah lelaki yang sebenarnya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-Khalifah Umar al-Khattab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;-Khalifah Ali bin Abi Talib&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah-lembut &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-Saidina Umar bin Al-Khatab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun dia tidak akan menjadi orang yang berani &lt;em&gt;&lt;strong&gt;-Khalifah Ali bin Abi Talib&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-Agama buat kehidupan di akhirat, harta buat kehidupan di dunia. Di dunia orang yang tidak berharta berasa susah hati, tetapi orang yang tidak beragama merasa lebih sengsara &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-Saidina Abu Bakar As-Siddiq&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat &lt;em&gt;&lt;strong&gt;- Khalifah Abdul Malik bin Marwan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;-Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-Saidina Umar bin Al-Khatab&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Dua nikmat yang sering dilupakan ialah kesehatan dan keselamatan. &lt;strong&gt;- Saidina Ali bin Abi Thalib&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.&lt;strong&gt;&lt;em&gt; - Saidina Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-3153299606389536226?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/3153299606389536226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=3153299606389536226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3153299606389536226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/3153299606389536226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/05/kata-kata-mutiara.html' title='Kata-Kata Mutiara'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-2091064730847426864</id><published>2008-04-30T19:31:00.011+07:00</published><updated>2008-04-30T20:24:37.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Father'/><title type='text'>Seratus Hari Sudah Papaku Berpulang</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBhy0I6lytI/AAAAAAAAACg/ZzptEdQM95k/s1600-h/IMG_0451.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195028410243861202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBhy0I6lytI/AAAAAAAAACg/ZzptEdQM95k/s320/IMG_0451.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBhsVY6lysI/AAAAAAAAACY/1Oq6v7HRNdk/s1600-h/IMG_0451.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBhpaI6lyqI/AAAAAAAAACI/MhKPDm10lx4/s1600-h/Book+Cover+Papa.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dipersembahkan dalam rangka 100 hari wafatnya Papa Tercinta, Alm. H. Kuntjoro Hadi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:78%;"&gt;oleh: Riena Gatut P.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Entah kenapa hari ini rasa rindu itu begitu dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masih ada harap dalam hatiku bahwa rasa rindu itu akan segera terobati kalau besok aku pulang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi, harapanku hanyalah tinggal harapan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena yang kurindu sudah 100 hari berpulang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perasaan baru kemarin Papa masih ada ditengah-tengah kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baru kemarin Papa masih menaiki Motor Harley kesayanganmu mengelilingi desa kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pa,Setiap aku lihat Motor Harley Papa,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ingatanku selalu kembali ke masa lalu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat kami mendengar rencana Papa untuk membeli sebuah motor Harley&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat itu kami begitu keberatan untuk menyetujuinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Papa bilang kalo itu adalah impian Papa sejak dulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejak kami masih kecil, dimana saat itu impian Papa tidak bisa terlaksana karena Papa lebih mendahulukan kepentingan membesarkan toko yang Papa kelola dan lebih mendahulukan kepentingan kami anak-anak Papa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maafkan kami Pa, kalo saat itu kami sempat tidak setuju&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukan maksud kami menghalangi terwujudnya impian Papa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi kami cuman tidak ingin terjadi sesuatu, saat Papa menaiki Harley itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Papa yakinkan kami, bahwa hanya itu yang Papa inginkan setelah kebahagiaan yang Papa beri pada kami&lt;br /&gt;Subhanallah..Papa benar pa..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kekhawatiran kami tak terbukti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Papa meninggalkan kami bukan karena Motor Harley kesayangan Papa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah mengambil Papa dengan caraNya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kata orang-orang Papa meninggalkan kami dengan cara yang indah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Papa pergi tanpa ingin merepotkan kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Padahal kalau Allah SWT ijinkan, kami sangat ingin berada disamping Papa pada saat Papa akan meninggalkan kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yah, itulah Papaku..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Papaku yang selalu berusaha memberi tanpa mau meminta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Engkau tidak pernah minta apapun dari kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahkan saat kau pergi meninggalkan kamipun, engkau tak ingin merepotkan kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;100 hari sudah engkau pergi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau rasa rindu itu datang, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya fotomu yang bisa aku pandang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hanya do'a yang bisa kupanjatkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya Allah..Papaku orang sangat baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tempatkanlah dia ditempat yang indah di sisiMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jauhkan dia dari siksa api nerakaMu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya Allah..Sungguh Engkau Maha Besar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua yang ada di langit &amp;amp; di bumi semua terjadi atas ijinmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maafkan kami Ya Allah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau waktu Engkau ambil papa kami, kami sempat berpikir itu hanya sebuah mimpi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan kami berharap pada saat kami bangun semua itu tidak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maafkan kami Ya Allah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukan kami tidak menerima semua keputusanmu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bukan kami tidak ikhlas melepaskan papa kami pergi..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami waktu itu hanya berharap, masih Engkau beri kami sedikit waktu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agar kami bisa membahagiakannya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memberi kami waktu untuk mengajak dia melihat indahnya dunia luar ciptaanMu yang belum pernah dia lihat sebelumnya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memberikan waktu kami untuk membalas sedikit dari banyak hal yang telah dia lakukan untuk kebahagiaan kami anak-anaknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya Allah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami sangat mencintainya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi jangan biarkan cinta kami melebihi dari cinta kami padaMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami sangat merindukannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi jangan ijinkan rindu ini melebihi dari rindu kami padaMu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ya Allah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku mohon kehadiratMu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ampunilah dosa-dosa Papaku tercinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lipat gandakanlah pahala-pahalanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terimalah amal ibadahnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tempatkanlah dia ditempat yang indah di sisiMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Untuk sahabat2ku..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Berbahagialah karena masih memiliki Papa &amp;amp; Mama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jangan tunda waktumu untuk mengungkapkan betapa kalian sangat mencintai mereka&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Jangan tunda waktumu untuk membuat mereka bahagia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Karena waktu berjalan begitu cepat, sekali kalian melewatkannya kalian tidak akan pernah tau apa yang sudah kalian lewatkan dengan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-2091064730847426864?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/2091064730847426864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=2091064730847426864' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2091064730847426864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/2091064730847426864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/04/seratus-hari-sudah-papaku-berpulang.html' title='Seratus Hari Sudah Papaku Berpulang'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBhy0I6lytI/AAAAAAAAACg/ZzptEdQM95k/s72-c/IMG_0451.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-6769077265189607765</id><published>2008-04-30T06:41:00.003+07:00</published><updated>2008-04-30T06:50:26.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi/Motivasi'/><title type='text'>Janji (a touching story from India)</title><content type='html'>Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan." Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis Dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice Ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok Dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah." Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.&lt;br /&gt;Tangis Sindu mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?" Aku menjawab, "Oh pasti sayang". Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?" "Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok."&lt;br /&gt;Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.&lt;br /&gt;Istriku spontan berkata, "permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak Ada 'yah, tak Ada keinginan lain," kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami." Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri." Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita harus ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?" "Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri." "Sindu permintaanmu akan kami penuhi." Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus.&lt;br /&gt;Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.&lt;br /&gt;Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata, "anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia." Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya " bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia." Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;br /&gt;dari milis motivasi&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-6769077265189607765?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/6769077265189607765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=6769077265189607765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/6769077265189607765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/6769077265189607765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/04/janji-touching-story-from-india.html' title='Janji (a touching story from India)'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3466333440689124087.post-1944198469078999235</id><published>2008-04-29T21:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T06:07:02.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi/Motivasi'/><title type='text'>Memelihara Persahabatan</title><content type='html'>Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan bertumbuh bersama karenanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan, dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 2. Ketidakterbukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 3. Kehilangan kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 4. Perubahan perasaan antar lawan jenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; 5. Ketidaksetiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Renungkan :&gt; **Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri&gt; "Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam&gt; kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita."**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Siapa yang menjadi tameng untuk urusan rahasia Anda, diwaktu ada masalah dengan keluarga anda.??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah sahabat2 anda. Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(dari milis motivasi)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3466333440689124087-1944198469078999235?l=rienagatut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rienagatut.blogspot.com/feeds/1944198469078999235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3466333440689124087&amp;postID=1944198469078999235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1944198469078999235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3466333440689124087/posts/default/1944198469078999235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rienagatut.blogspot.com/2008/04/memelihara-persahabatan.html' title='Memelihara Persahabatan'/><author><name>Riena Gatut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02411756261086740015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_nvoPH7H1VkU/SBcxA46lydI/AAAAAAAAAAg/phMtPkADZtw/S220/Riena.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
